"Jangan habiskan waktumu dalam kecemburuan. Kadang kamu berada didepan, kadang kamu berada di belakang. Pertandingannya masih panjang, dan pada akhirnya, kamu hanya bertanding dengan dirimu sendiri" - Kurt Vonnegut

“Nikmatilah hal-hal kecil dalam hidup, karena satu hari ketika kamu menengok kembali, kamu akan  menyadari bahwa semuanya itu adalah hal-hal besar” - Robert Brault

 

Enaknya hidup pas-pas an. Pas pengen jalan-jalan, eh pas ada mobil. Pas pengen belanja, pas ada uang. Pas pengen hiburan, pas teman-teman ngajakin karaoke an. Pas pengen yang manis-manis, pas ada cowok manis lewat depan mata, hehehe...

 

Pengennya sih kita-kita semua bisa hidup kayak gitu, semuanya serba pas, pas sesuai keinginan hati, pas segala-galanya. Pas waktu single, kita berharap jadi single woman yang kuat, takut akan Tuhan dan sukses dalam karir. Pas pengen nikah, eh ketemu dengan pujaan hati, takut akan Tuhan, ganteng, karir bagus, harta melimpah. Pas pengen punya anak, kita punya anak-anak yang sehat, kuat, manis-manis dan penurut. Tapi sayang kenyataannya, hidup ngk bisa se pas yang kita mau. Kita lahir saja sudah dengan muka dan bodi yang tidak bisa diubah, udah pas dari sana nya ;-D

 

Ada orang yang bilang hidup itu seperti roda berputar, kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Kadang kita berada di tengah-tengah, ngiri melihat teman-teman lain yang sukses, tapi juga prihatin melhat teman-teman yang sedang merana dan sedih. Saya sendiri lebih suka memandang hidup seperti yang dikatakan oleh Rick Warren. Bagi dia hidup itu seperti naik kereta, pemandangan di luar kereta akan berbeda-beda sepanjang perjalanan, ada yang indah, kurang indah, agak sedikit indah sampai pemandangan yang sama sekali tidak indah alias jelek. Tapi ada satu hal yang sama, kita berada dalam gerbong kereta menuju satu tujuan. Selama kita menuju tujuan yang kita inginkan, maka seharusnya pemandangan di luar kereta tidak menganggu apa yang terjadi di dalam kereta. Kita yang harusnya menentukan sikap hati kita, sekalipun kondisi dan situasi di luar kita menjadi buruk. Itu idealnya.

 

Tapi seringnya, berdasarkan pengalaman sendiri, karena kekuatiran, ketakutan, kesendirian, membuat perasaan kita terbawa mengikuti pemandangan di luar kereta. Galau cui... Seringnya yang kita butuhkan cuma bahu untuk menangis, telinga untuk berkeluh kesah, dan pelukan hangat, kita membutuhkan teman...

 

Oleh karena itu lah website ini dibuat, bukan untuk keren-keren an atau kurang kerjaan. Tapi untuk saling membagi dan menguatkan, karena saya sendiri juga merasakan bahwa saya tidak bisa hidup sendiri. Saya butuh teman !!

 

Women bless women, wanita yang satu memberkati wanita yang lain. Membagikan kisah hidup, pelajaran-pelajaran hidup, hikmat yang di peroleh oleh setiap wanita sepanjang perjalanan hidup mereka. Tiap wanita begitu unik dan memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda, mari saling membagi pengalaman itu. Mari saling membantu jika ada wanita lain yang sedang dalam kesusahan. Dunia ini sudah penuh dengan wanita-wanita yang saling iri satu dengan yang lain dan menjatuhkan satu dengan yang lain lewat gosip. Yuuk, mari jadi wanita yang berbahagia dengan kebahagiaan wanita lain dan menangis dengan wanita lain yang sedang bersedih. Bagaimanapun juga kita ini saudari dalam Tuhan Yesus, so let's be sisters...

 

SNS

 

Apa yang ada di Tanganmu ?

 

Suatu malam aku bermimpi bertemu dengan Tuhan. Dengan lembut, Tuhan bertanya kepadaku, "apa yang ada di tanganmu" ? Aku menjawab, "aku tidak punya apa-apa". Tuhan tersenyum dan berkata kepadaku, "buka kedua tanganmu". Dengan perlahan aku mengulurkan tanganku dan membukanya. "Lihatlah, Aku telah memberikan engkau bakat, talenta dan kemampuan, apa yang telah kamu lakukan dengan semuanya itu?"

 

Terkejut aku melihat kedua tanganku, karena ternyata tanganku tidak kosong. Aku punya bakat, talenta dan kemampuan yang selama ini tidak pernah aku gunakan. Karena aku selalau merasa diriku kurang baik dibandingkan dengan orang lain dan bahwa aku tidak punya 'cukup banyak' untuk diberikan kepada orang lain.

 

Lalu Tuhan berkata kepadaku, "anakKu, kau lahir dengan tangan kosong, oleh karena itu aku memberikan padamu bakat, talenta dan kemampuan, yang bisa kau berikan pada duniamu semasa kau hidup. Aku mau engkau memberikan semua yang Kuberikan padamu untuk orang-orang sekelilingmu. Sehingga nanti, saat engkau kembali ke rumahKu, kau akan kembali pulang dengan tangan kosong".

 

Aku terbangun dari tidurku dan menangis, melihat kedua tanganku dan bertanya pada diriku sendiri apa yang bisa aku lakukan dengan tanganku.

 

Suatu hari nanti, jika tiba saatnya kita bertemu dengan Tuhan, dan Dia bertanya, "Apa yang ada di tanganmu sekarang"? Aku berdoa agar banyak wanita menjawabNya, "tanganku kosong Tuhan, aku sudah memberikan apa yang aku punya pada orang-orang sekelilingku. Aku telah memberikan apa yang aku bisa kepada duniaku".

 

 

S NS