Mengajar Anak Tidur di Kamarnya Sendiri

Advertising






Advertising






“Satu-satunya yang layak dicuri adalah mencium anak yang sedang tidur” – Joe Houldsworth

 “Hadiah terbaik di dunia adalah anak-anakmu. Ketika mereka tersenyum melihatmu dan berkata bahwa mereka mencintaimu dan memberimu ciuman selamat malam, maka engkau tahu bahwa setiap pekerjaan berat yang telah kau lakukan berharga” – Ash Sweeney

Mengajar Anak Tidur Ditempat Tidurnya Sendiri

 

Ketika anak mulai mempunyai tempat tidur sendiri, biasanya mengunjungi kamar orangtuanya adalah permainan favoritnya, apalagi jika akhirnya orangtuanya memperbolehkannya tidur bersama. Seorang anak yang sudah bisa tidur sendiripun kadang-kadang berubah sesuai tahap perkembangannya. Hal ini tentunya bisa mempengaruhi saudaranya, apalagi orangtuanya. Orangtua haruslah konsisten dan mengikuti langkah-langkah berikut, anda harus menciptakan ruangan yang benar supaya anak tidur dikamarnya sendiri.

 

Langkah-langkah untuk mengajar anak anda tidur ditempat tidurnya sendiri

Sebelum anak anda pergi tidur, pastikan bahwa dia tidak harus melakukan apa-apa lagi – sudah ke toilet, sudah pipis – dan anak anda tahu bahwa anda mengharapkan dia tidur sekarang. Jadi jika dia berusaha bangun tidur, anda tidak perlu terlibat pembicaraan panjang lebar dengannya lagi mengenai kenapa dia bangun tidur, dan anda bisa langsung mengajak dia tidur lagi :

 

-   Saat pertama dia mencoba bangun, ingatkan dia bahwa ini adalah saatnya dia tidur, ajaklah dia kembali ke tempat tidur, berikan ciuman dan pelukan, setelah itu tinggalkan tempat tidur. 

-   Kedua kali dia mencoba bangun, lakukan hal yang sama, tapi bersuaralah lebih keras dan berikan ciuman/pelukan dengan singkat.  

-   Kali ketiga dan kali selanjutnya, jangan katakan apapun saat anda mengajaknya kembali ke tempat tidurnya, selimuti dia dan tinggalkan ruangan. Ini adalah bagian yang paling susah, karena godaan untuk memberinya pelukan sangat besar. Ingatlah kalau pendekatan lembut yang konsisten akan menyakinkan anak anda bahwa anda ada disana untuknya, hanya saja anda ingin agar dia tidur ditempat tidurnya. 

    Rutinitas Waktu Tidur

    Rutinitas waktu tidur seharusnya menjadi bagian dari rutinitas keluarga.  Sangat baik untuk perkembangan anak jika mereka bisa tidur 11-12 jam sehari, dan sangatlah penting untuk anda dan pasangan anda mempunyai waktu untuk berdua saja.

     

    Menyiapkan Rutinitas Waktu Tidur

    Kami menyarankan sebaikanya waktu tidur antara jam 7 – 7.30 malam untuk anak-anak berumur dibawah 5 tahun, sedangkan untuk anak-anak berumubr 10 – 12 tahun, sekitar jam 8 – 9 malam. Ikuti langkah-langkah rutinitas sebelum tidur yang mungkin hanya memakan waktu setengah jam.

     

    1. Berikan waktu ‘tenang’ sebelum tidur dengan kegiatan seperti membaca dan bermain dengan tenang, ketimbang melompat-lompat atau pertandingan yang kompetitif.
    2. Ingatkan anak anda bahwa ‘lima menit lagi waktunya tidur’.
    3. Pastikan bahwa anda sudah mencek tas dan keperluan sekolah untuk anak-anak yang lebih besar, sehingga tidak ada lagi yang tertinggal di pagi hari.
    4. Mulailah rutinitas anak anda dengan mandi yang nyaman. Anak-anak yang lebih besar bisa membantu adik mereka mandi.
    5. Ingatkan apa yang akan terjadi selanjutnya saat anak anda mandi dan berpakaian, misalnya : “Dalam waktu dua menit, mandinya selesai dan kamu akan menggosok gigimu” dan “Setelah selesai menggosok gigi, mama akan memakaikan kamu baju tidur”. Cobalah untuk jangan terburu-buru atau mengecek jam tangan terus menerus; rendahkan suara anda.
    6. Ditempat tidur, nyalakanlah lampu yang tidak terlalu terang. Bacakan cerita atau mungkin ngobrol tentang apa yang dilakukan hari itu; ceritakanlah hal-hal yang dilakukan anak anda yang membuat anda gembira sehingga anak anda pergi tidur dengan atmosfir yang positif.
    7. Berikan ciuman dan pelukan sebelum anda mematikan lampu. Jika anak anda takut akan gelap, nyalakanlah lampu tidur atau nyalakanlah lampu di lorong depan kamar tidur.

     

    Jika kamu mempunyai anak lebih dari satu, pisahkan waktu tidur mereka sehingga masing-masing anak  bisa mendapatkan waktu membaca dan pelukan masing-masing dari anda atau pasangan anda – bergantian peran dalam rutinitas tempat tidur akan memberikan kepercayaan dan masing-masing pasangan kesempatan berdua dengan setiap anak.

     

    Diterjemahkan dari Supernanny.co.uk http://www.supernanny.co.uk/Advice/