“Di hadapan Tuhan kita tidak pernah tidak terlihat, tidak pernah tidak dilihat, tidak pernah diabaikan. Masalah dan penderitaan kita mungkin kelihatan dan jelas bentuknya – masalah dan derita. Tapi Tuhan menemukan kita saat kita berada dalam tekanan, sekalipun kita tidak bisa merasakan hadiratnya” – Mary Earle

“Tuhan menganugerahi saya kepasrahan untuk menerima sesuatu yang tidak dapat saya ubah, keberanian untuk mengubah sesuatu yang dapat diubah, dan kebijaksanaan untuk membedakannya” – Reinhold Neibuhr

Allah yang Tidak Pernah Berubah

 

Aku Tuhan tidak pernah berubah.” Maleaki 3 : 6

 

 

Sungguh amat baik, terlepas dari seluruh keanekaragaman hal dalam hidup, ada Satu yang tidak pernah berubah. Satu yang hatiNya tidak pernah berubah, dan yang alisNya tentunya tidak pernah berkerut.

 

Segala sesuatu yang lain bisa berubah. Segala hal berubah. Matahari sendiri semakin menua karena terus bersinar; bumi kita bertambah tua; pelipatan pakaian yang usang sudah dimulai. Langit dan bumi akan segera berlalu. Mereka akan binasa, menua seperti pakaian. Tapi ada Satu yang Kekal, yang tahun-tahunNya tidak pernah berkesudahan, dan yang didalamNya tidak ada perubahan. Rasa gembira yang dirasakan oleh pelaut yang akhirnya berlabuh di pantai yang kuat setelah diombang-ambing badai beberapa hari lamanya, adalah perasaan yang dirasakan oleh orang Kristen ketika di tengah-tengah semua perubahan dalam hidup, menyandarkan kaki imannya pada kebenaran ini “Aku Tuhan tidak pernah Berubah"

 

Jangkar membuat kapal menjadi stabil. Seperti itulah harapan orang Kristen memberinya kestabilan ketika ia memandang kebenaran mulia tentang Tuhannya, “yang tidak pernah berubah seperti pergeseran bayangan” (Yakobus 1:17). Atribut apapun yang Ia pakai kemarin, tetap ada sampai saat ini : KuasaNya, KebijaksanaanNya, KeadilanNya dan KebenaranNya, semuanya tidak akan pernah berubah. Dia akan selalu menjadi tempat perlindungan bagi umatNya, kubu kekuatan mereka di hari yang sulit, dan Dia akan selalu menjadi Penolong mereka yang dapat diandalkan.

 

KasihNya tidak pernah berubah. Dia telah mengasihi umatNya dengan Kasih yang kekal dan Dia sekarang pun mengasihi kita sebanyak yang pernah Ia lakukan. Ketika semua hal di bumi ini menghilang, KasihNya seperti embun yang selalu baru. Begitu berharga kepastian bahwa Ia tidak pernah berubah! Roda pemeliharaan bisa berubah, tapi porosnya KasihNya yang Kekal tidak pernah berubah.

 

“Kematian dan perubahan begitu sibuk sekarang, manusia binasa, dan umur menua; tapi Kasih KaruniaNya tidak pernah berubah  : Allah itu Bijak, Allah adalah Kasih.”

 

Ditulis oleh Charles H. Spurgeon, disadur ulang oleh Darren Hewer, 2010

 

Diterjemahkan dari : http://thoughts-about-god.com/blog/2010/10/24/cs_unchanging-lord/

 

Ketika saya merasa kuatir dan masalah mendatangi saya, 

saya beristirahat dalam kasihMu


Ketika hidup saya bergoncang seperti kapal di laut yang ganas, 

saya beristirahat dalam kasihMu


Ketika dunia di sekitar saya sepertinya mau pecah dan hancur,

saya beristirahat dalam kasihMu


Ketika tidak ada seorangpun mencari saya, 

ketika tidak seorangpun yang terlihat peduli, 

saya beristirahat dalam kasihMu


Saya ini hanya bisa beristirahat dalam kasihMu, 

dalam kasih yang Kau berikan padaku

 

A Song 'I just rest in Your love'