Advertising






Advertising






“Setiap hari dalam hidup, kita membuat tabungan dalam bank kenangan anak-anak kita” – Charles R. Swindoll

“Hidup panjang yang penuh berkat bagi anak-anak adalah dengan mengisi hidup mereka dengan kenangan-kenangan hangat bersama. Kenangan bahagia akan menjadi harta karun dalam hati mereka yang bisa diambil kapan saja di hari-hari yang sulit dalam kehidupan dewasa mereka” – Charlotte Davis Kasl

8 Cara untuk Menciptakan Waktu Berkualitas

dengan Anak-Anakmu

 

Pagi ini saya melirik jadwal saya di akhir pekan mendatang. Empat pertandingan bisbol mendominasi jadwal saya, ditambah dengan daftar pekerjaan dan tugas rumah tangga yang terlalu banyak untuk bisa dihadapi satu orang. Padahal seharusnya saya libur di hari itu!

 

Alkitab mengatakan bahwa anak-anak adalah hadiah dari Tuhan, dan diberkatilah orang yang tabungnya penuh dengan mereka (Mazmur 127).  Saya juga mengakui kebenaran dari firman itu. Tapi saya juga menyadari bahwa semakin penuh tabung saya (saya punya lima anak panah yang baik), semakin susahlah untuk saya menemukan dan memberikan  waktu & perhatian yang dibutuhkan masing-masing anak.

 

Apakah anda pernah mengalaminya? Jika iya, saya dapat membagi 8 hal yang saya lakukan untuk membangun hubungan dengan anak-anak saya, diantara jadwal saya yang padat.

 

1.Bawa satu anak bersama anda jika harus melakukan perjalanan jarak dekat

Tahun lalu saya diminta untuk berbicara di Kamloops, yang jauhnya beberapa jam dari rumah saya, dan saya membawa Hannah, anak perempuan saya bersama saya. Waktu yang kami habiskan bersama di mobil dalam satu hari itu begitu berharga, dan sekarang dia selalu bertanya kepada saya, “Ayah, kapan lagi kita bisa melakukan perjalanan bersama?” Perjalanan satu atau dua hari seperti ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendekatkan diri dengan salah satu anak anda.

 

2.Berikan mereka nama panggilan
Setiap anak-anak saya mempunyai nama panggilan kesayangan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Nama-nama panggilan sayang ini seolah mengatakan pada mereka, “kamu tahu tidak bahwa kamu spesial”.

 

3.Bawa mereka jalan-jalan keluar
Saya selalu berusaha untuk mengajak setiap anak-anak saya jalan-jalan keluar. Seperti istri saya, mereka memiliki hak untuk menerima perhatian yang penuh sekali waktu.  Ini lebih sekedar dari mengajak mereka ketika saya melakukan pekerjaan saya. Saya memberikan waktu penuh pada mereka, melakukan hal yang mereka sukai dan berbicara bersama.

 

4.Tanyakan pada mereka pertanyaan-pertanyaan
Apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya uang satu milyar? Jika kamu bisa memilih kekuatan super, kekuatan apa yang akan kamu pilih? Dari semua olahraga, apa olahraga favorit mu dan kenapa? Anda bisa belajar banyak tentang anak-anak anda ketika anda menanyakan mereka pertanyaan-pertanyaan seperti ini, mengenal apa yang mereka anggap penting dan mimpi-mimpi mereka.  

 

5.Makan bersama setidaknya sekali setiap hari
Di rumah kami, sarapan sangat kacau, dan biasanya kami makan siang masing-masing di tempat berbeda. Oleh karena itu sebisa mungkin kami makan malam bersama sebagai keluarga. Inilah waktu kami untuk saling mendekatkan diri setelah hari yang sibuk. Ini adalah kesempatan kami untuk merayakan kemenangan dan menolong satu dengan yang lain melewati hal-hal sulit.

 

6.Berdoa bersama di malam hari
Setiap malam sebelum tidur, saya berdoa dengan anak-anak saya di kamar mereka. Kami berdoa tentang masa lalu, masa kini dan masa depan mereka. Kami bersyukur kepada Allah karena mengirimkan AnakNya pada kita. Kami mendoakan masalah dan kebutuhan mereka. Kami  mendoakan pasangan hidup mereka nantinya, meminta Tuhan menolong mereka bertumbuh dalam iman dan kekudusan.

 

7.Selalu Hadir

Anak-anak kita butuh tahu bahwa mereka lebih penting bagi kita daripada apapun juga. Anak-anak saya diijinkan untuk menelpon saya di telepon genggam saya kapanpun mereka mau. Anak tertua saya sering menelpon saya untuk mengucapkan, “Hai Ayah, I love you!”

 

8.Masukkan kegiatan mereka dalam jadwalmu
Smartphone saya penuh dengan jadwal latihan dan games anak-anak saya. Saya tidak selalu bisa bersama mereka, tapi sebisa mungkin saya hadir untuk menyoraki mereka. Saya tidak mau kehilangan momen-momen penting dengan mereka.

 

Alkitab mengatakan anak-anak seperti anak panah. Saya membayangkan diri saya mengambil posisi yang benar, menarik anak panah dan meluncurkan mereka kedalam dunia. Target yang akan mereka capai tergantung dari berapa banyak hal yang saya investasikan dalam diri mereka hari ini. Apakah itu membutuhkan usaha? Tentunya. Apakah banyak kesulitan? Iya. Apakah itu berharga? Pasti

 

Dave Klassen dan Glen Hoos

 

Diterjemahkan dari : http://www.thoughts-about-god.com/family/dk_kids.htm