Dicari :              Pria yang Baik 

“Jatuh cintalah dengan seseorang yang layak mendapatkan hatimu, bukan seseorang yang mempermainkannya” - Unknown

“Menarilah dengan Tuhan, maka Dia akan membiarkan orang yang tepat masuk” – Unknown

"Undang-Undang Cinta: Love is respect. Jika dia tidak menghormatimu, dia tidak mencintaimu" - Mario Teguh

Beberapa waktu lalu seorang teman curhat kepada saya mengenai penyesalannya meninggalkan seorang pria, demi pria lain yang dia pikir jauh lebih menarik, hanya karena pria ini lebih pandai berkomunikasi, sehingga teman saya ini merasa sangat nyaman berbicara dengannya. Setelah beberapa waktu, dia baru menyadari bahwa pria baru ini, ternyata begitu pandai bicara, tidak hanya padanya tapi juga beberapa wanita lain. Dia bukanlah pria baik-baik, tapi hanyalah pria yang ingin memanfaatkan wanita, demi kesenangannya.

 

Beberapa wanita mungkin pernah mengalami hal seperti ini, jatuh cinta pada seorang pria karena wajahnya yang menarik, tubuhnya yang tinggi dan proporsional, cara bicaranya yang menyenangkan, kulitnya yang putih bersih, senyumnya yang menawan, pekerjaannya yang mapan ataupun mobilnya yang kelihatan hitam mengkilat begitu muncul di ujung jalan.  “cari yang berkepribadian, punya mobil pribadi, punya rumah pribadi atau pesawat pribadi", begitu kata teman saya. Pandangan masyarakat sekitar juga kadang mempengaruhi keputusan seseorang, ‘malu bawa pasangan pendek dan gemuk, kecuali kalo kaya’. Orang orang sekitar kita sering memberi pandangan secara keliru dan memandang wanita yang mempunyai pasangan ‘yang menarik atau berbodi bagus atau pandai bicara atau punya kedudukan yang bagus dalam pekerjaannya’ lebih hebat dibanding wanita lain. Akibatnya jadi banyak wanita yang memilih pasangannya secara ‘fisik’ atau yang kelihatan ‘baik’ menurut pandangan mata. 

 

Padahal begitu menikah, hal-hal fisik yang kelihatan mempesona itu, semuanya hanya pelengkap saja, bukan ‘bumbu utama’. Karakter seseorang lah yang akan menentukan apakah pernikahannya akan berlangsung bahagia atau tidak. Banyak teman-teman wanita saya, yang karena memilih pasangan berdasarkan wajah, tubuh, gaya komunikasi ataupun kekayaannya, merasakan ‘pedihnya’ hidup dalam pernikahan.


Apa sih sebenarnya hal-hal penting yang bisa kita liat dari seorang pria dan yang bisa kita gunakan untuk kita jadikan pegangan bahwa dia adalah pria yang baik. Jawabannya menurut pendapat saya adalah  “Roh, Otak, Hati dan Keberanian”

 

ROH

 

Carilah seorang pria yang takut akan Tuhan, pria yang mencintai Tuhan dan melakukan firmanNya, bukan hanya pria yang cuma bisa bicara tentang Tuhan, tapi tidak melakukan apapun. Inilah fondasi dasar yang utama.

 

Banyak wanita yang karena pasangannya berbeda agama dan keyakinan, mengalami banyak kesulitan dalam hidup mereka. Banyak wanita yang dikekang untuk pergi ke gereja setelah menikah, atau akhirnya malah ikut-ikutan agama yang dipegang suaminya. Saya kenal dengan beberapa wanita yang meninggalkan Kristus karena suami mereka, sekarang akhirnya hidup dalam penderitaan.

 

Suami saya awalnya adalah orang Kristen KTP dan tidak mempedulikan kehidupan kristiani. Walaupun dia membiarkan saya untuk pergi ke gereja atau mengikuti kegiatan2 gereja lainnya, saya mengalami beberapa kesulitan karena perbedaan pandangan hidup di antara kami berdua. Jauh lebih mudah untuk hidup bersama dengan orang yang mempunyai roh dan keyakinan yang sama.

 

OTAK

 

Pria yang baik mempunyai otak atau pikiran yang dipergunakan dengan baik. Yang artinya, dia bisa berpikir untuk dirinya sendiri, bertanggung jawab untuk masa depannya dan keluarganya, tanpa dikontrol atau harus diatur oleh orang lain dalam hidupnya. 


Pria yang punya ‘otak’ bisa mengenalimu dan melihat betapa berharganya dirimu, dibalik penampilan fisikmu. Dia bisa menghargaimu dan cukup pintar untuk menunjukkan penghargaannya padamu.


Pria yang baik itu punya visi atau tujuan hidup, dia tahu apa yang dilakukan sekarang, pekerjaan yang dilakukannya dan kemana dia akan menuju. Dia tahu rencana-rencana apa yang akan dia lakukan dalam hidupnya beberapa tahun kedepan dan dia bisa bertanggung jawab atas semua tindakannya. Dia bisa mengontrol dirinya sendiri dan segala tindakannya, sederhana saja, karena dia punya otak.

 

HATI

 

Tanda bahwa seorang pria adalah seorang yang baik adalah ketika ia memiliki hati. Banyak pria yang dingin, kasar dan tidak peduli terhadap pasangannya. Mereka tidak ‘merasakan’ apapun, tidak peduli apapun, tidak peduli jika mereka melukai pasangannya, tidak tertarik dengan apapun yang berhubungan dengan pasangannya, mereka tidak punya hati !

 

Pria yang punya hati adalah pria yang peduli dengan pasangannya, tertarik dengan hal-hal yang menarik bagi pasangannya. Dia akan memberikan waktunya untuk pasangannya, menghormati emosi, perasaan dan pandangan pasangannya. Pria yang punya hati tidak akan merasa ‘kalah’ bila melihat kelebihan dan  kepandaian pasangannya, dia mengerti diri pasangannya.

 

Seorang pria yang punya hati akan menghormati orang tuanya, berhubungan baik dengan saudara-saudara kandungnya, menghargai teman-temannya. Mereka tidak pernah berbuat kasar kepada orang-orang di sekeliling mereka.

 

Perhatikanlah cara seorang pria mengungkapkan kemarahan dan kekesalannya pada orang-orang sekelilingnya, jika kamu tidak menyukai ‘cara dia marah’ (atau membuatmu merasa takut) dan dia tidak mau mengubah caranya mengungkapkan kemarahannya, tinggalkanlah dia, karena suatu hari dia, dia bisa ‘marah’ padamu dengan cara yang sama.

 

KEBERANIAN

 

Tanda bahwa seorang pria adalah pria yang baik adalah keberanian. Dia punya keberanian untuk menghadapi keadaan dan masalah yang dihadapinya. Dia tidak mudah menyerah, mundur, atau lari ketika masalah datang. Dia punya keberanian untuk berkomitmen dalam hubungannya, keberanian untuk mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkannya.

 

Dia punya keberanian untuk mengambil resiko, berpikiran positif dan mengejar mimpinya. Pria tersebut juga mempunyai keberanian untuk berkomitmen seumur hidup, keberanian untuk menghargai dan melindungimu.

 

Itulah tanda-tanda pria-pria yang baik, pria yang baik mempunyai jiwa, otak, hati dan keberanian yang baik. Hal-hal ini jauh lebih penting dalam pernikahan ketimbang materi, fisik, atau hal-hal yang kelihatan dalam pandangan mata.

 

Ketika kamu mencari pria yang baik ini, bukalah matamu lebar-lebar, telingamu tajam-tajam. Banyaklah bertanya kepada pria ini atau teman-teman dekatnya tentang hidupnya, keluarganya dan rencana-rencananya. Perhatikanlah tindak lakunya ketika dia menghadapi masalah, ketika dia kecewa atau ketika dia marah. Karakter seseorang biasa nya ‘terbuka’ ketika dia sedang mengalami persoalan yang buruk dalam hidupnya.

 

Jangan pernah bermimpi untuk mengubah kepribadian atau karakter pria setelah menikah. Apa yang kelihatan ‘buruk’ saat berpacaran, akan menjadi ‘lebih buruk lagi’ dalam pernikahan, dan jika kamu memaksanya untuk berubah, ‘yang sudah buruk itu’ akan menjadi ‘jauh lebih buruk’. Jangan masuk ke dalam daftar banyak wanita yang sudah mengalami hal ini.

 

Jauh lebih baik, menikah ‘terlambat’ dengan pertimbangan yang matang, daripada cepat menikah tanpa pertimbangan yang baik, pernikahanmu lah nanti yang akan menjadi saksi dari keputusanmu itu.

 

Silta.ns