Dua menjadi Satu

Advertising






Advertising






"Apa yang lebih hebat daripada cinta pada pandangan pertama? Jika pasangan setelah bertahun-tahun saling melihat dengan penuh cinta, barulah cinta itu luar biasa" - Unknown

Kelembutan, kasih, dan doa dari seorang wanita yang sungguh-sungguh mencintai dan mementingkan kepentingan rumah tangganya sanggup meruntuhkan keegoisan dan kekerasan hati suaminya (A Journey of Two becoming One, Timotius Adi Tan)

 

"Apa yang membuat istri/suami merasa nyaman? Adalah ketika telinga, hati dan pikiran terbuka untuk mendengarkan pasangannya" Anonim

"Penting sekali untuk memperlihatkan kasih sayang kepada suami anda setiap ada kesempatan. Genggam tangannya saat berjalan, dan sering-seringlah menciumnya"  Diana Hagee

"Perempuan mengatakan apa yang ada di hatinya sementara laki-laki mengatakan apa yang ada di pikirannya" - Myles Munroe

Saya berusia delapan puluh lima tahun

Saya sudah melewati tiga puluh tahun pertama pernikahan saya dan berharap suami saya menjadi semakin mirip dengan saya,

Saya menghabiskan tiga puluh tahun berikutnya dengan merasa marah karena ia tidak berubah,

 

Gadis-gadis muda – dan anda yang berusia di bawah delapan puluh lima tahun – jangan lakukan hal itu.

Itu bukanlah kehidupan, itu pekerjaan yang membosankan.

Anda tentu ingin hidup. Anda tidak ingin mengerjakan hal yang membosankan.

 

Percayalah, pahami suami anda dan lanjutkan kehidupan.

 

Seorang sahabat

(dikutip dari buku Bagaimana membuat suami anda mau bicara – Nancy Cobb & Connie Grigsby)

 

Apakah kamu tertawa melihat tulisan diatas, sepertinya memang lucu, tapi lebih lucunya lagi, itulah kenyataan yang terjadi di banyak pernikahan sekarang. Banyak istri yang ingin suaminya bisa sebersih mereka ketika mereka menyapu, melipat baju, menaruh baju kotor, memandikan anak dan melakukan kebiasaan lain. Banyak istri, tanpa mereka sadari, menginginkan suaminya berubah seperti dirinya.

 

Bulan-bulan pertama pernikahan, saya kesal dengan kelakuan suami saya. Di rumah, ia sering memakai baju rumah bergantian tanpa pernah dicuci ataupun dibuang ke ‘tempat cucian’, alasannya baju-baju tersebut belum terlalu kotor dan bisa dipakai kembali. Akhirnya baju-baju itu hanya menumpuk di kursi dekat tempat tidur. Suami saya tidak pernah bermasalah melihat baju-baju yang tergeletak seperti itu, saya yang geregetan, saya tidak tahan melihat tumpukan baju berantakan dekat tempat tidur saya. Beberapa kali saya protes padanya, dia langsung memperbaikinya selama beberapa hari tapi seminggu kemudian, hal yang sama terulang lagi.

 

Saya yakin semua istri-istri sebelum menikah, tidak pernah benar-benar bisa membayangkan bagaimana kehidupan pernikahan sampai ketika kita hidup di dalamnya. Sebelum menikah kita memandang calon suami kita dengan harapan-harapan dan impian. “Ia begitu berbeda dari siapapun yang pernah kita jumpai”, “Aku tidak bisa hidup tanpa pria ini”. Tapi setelah menikah, barulah kita menyadari kenyataan bahwa suami kita adalah ‘pria’. Ia benar-benar berbeda dengan orang lain yang pernah kita temui ;-)

 

Marilah kita sedikit mengulik perbedaan mendasar antara pria dan wanita :

 

-   Pria mengekspresikan cinta dengan perbuatan, pergi bekerja dan mencari nafkah itulah cinta bagi pria. “Melakukan sesuatu” adalah bahasa cinta suami pada umumnya

-   Pria tidak menunjukkan cinta dengan khawatir, rewel, atau cerewet terhadap seseorang seperti yang dilakukan wanita, karena itu mereka tidak suka kalau kamu melakukannya

-   Pria menyukai ‘solusi’, mereka suka mencari penyelesaian masalahmu, bukan ‘mendengarkan’ mu seperti yang kamu mau. Buat mereka, semua masalah perlu jalan keluarnya

-   Pria mendengar dengan cara yang berbeda dari caramu mendengar. Mengertilah bahwa pria mendengar dua atau tiga kalimat pertama saja dan kemudian kehilangan jejak. Katakan yang perlu dikatakan di kalimat-kalimat awal, sisakan detail yang menyenangkan untuk teman-teman wanitamu

-   Pria membutuhkan waktu untuk memproses segala sesuatu dengan pikirannya. Mereka seringkali diam/tidak bicara sampai segala sesuatunya terproses di pikiran dan pengertian mereka. Bersabarlah

-   Pria tidak punya intuisi seperti wanita, apa yang jelas bagimu, belum tentu jelas bagi dia

-   Pria berorientasi pada satu tugas (kecuali dalam mendengarkan) sedangkan wanita berorientasi pada banyak tugas.

-   Pria melihat segala sesuatu dengan gambaran besar dan mengabaikan detail-detailnya, mereka tidak berorientasi terhadap detail dan kadang-kadang seperti pelupa

 

Begitulah pria, begitulah suamimu…

 

Tidak seorang manusia pun yang bisa mengubah manusia lain, termasuk istri untuk mengubah suaminya. Berhentilah untuk membuat ‘proyek kecil-kecilan’ untuk ‘memperbaiki’ suami, karena kamu akan membayar harga yang sangat mahal untuk itu : ketidakbahagiaanmu.

 

Untuk saya sendiri, akhirnya saya membeli sebuah keranjang cucian yang lumayan bagus dan saya letakkan di pojok kamar. Disanalah sekarang tumpukan baju-baju itu berada, suami saya senang, dan sayapun senang – melihat keranjangnya ;-)

 

Istri, suamimu seharusnya memang menjadi pria dan seharusnya kita senang menerimanya. Betapa bahagianya pernikahan kita, ketika istri bisa menerima suaminya sebagaimana adanya dia. Ia layak diterima seperti itu !

 

Silta NS

Suatu pagi ketika sedang mengendarai mobilnya, Carl Coleman menabrak sebuah mobil. Kedua mobil itu berhenti, dan wanita yang mengendarai mobil satunya turun untuk memeriksa kerusakan. Ia tampak bingung dan putus asa. Tabrakan itu terjadi karena kesalahannya dan ia mengakuinya. Ia berkata bahwa ia takut untuk menghadapi suaminya.

 

Coleman menunjukkan rasa simpatinya, dia meminta wanita itu menunjukkan SIM dan STNK nya. Wanita itu kembali ke mobilnya untuk mengambil surat-surat mobil. Yang menarik perhatian Coleman didalam STNK wanita itu ada tulisan tangan suaminya yang berbunyi , " Jika terjadi kecelakaan, ingat sayang kamulah yang saya sayangi, bukan mobilnya."

 

Alice Gray, Don't forget what really matters