Hubungan Intim Sebelum Menikah?

“Hadiah keperawanan, diberikan manusia untuk dikembalikan kepada Allah untuk kegunaanNya, keperawanan itu adalah hadiah berharga dan tidak terganti. Keperawanan bisa dipersembahkan dalam kemurnian pernikahan, atau dipersembahkan dalam pengorbanan hidup selibat” – Elisabeth Elliot

“Terlalu banyak wanita membiarkan diri mereka masuk ke dalam percintaan karena mereka takut merasa sendiri, kemudian akhirnya mulai berkompromi dan kehilangan identitas mereka” – Julie Delpy

Biarlah Tuhan Yesus Kristus yang menentukan apa yang kalian harus lakukan. Dan janganlah menuruti tabiat manusia yang berdosa untuk memuaskan hawa nafsu (Roma 13 : 14 BIS)

 

Semua orang harus menunjukkan sikap hormat terhadap perkawinan, itu sebabnya hendaklah suami-istri setia satu sama lain. Orang yang cabul dan orang yang berzinah akan diadili oleh Allah

(Ibrani 13 : 4 BIS)

 

Tentunya banyak dari kita semua yang pernah diajarkan mengenai hubungan intim dalam hubungan pacaran atau pernikahan, apa yang dikatakan Alkitab dan apa yang diinginkan Tuhan. Alkitab mengajarkan bahwa hubungan intim atau hubungan suami istri adalah hadiah yang baik dari Tuhan, tapi Dia memberikan hadiah ini, bukan untuk digunakan bagi kesenangan diri sendiri atau keromantisan diluar penikahan. Tuhan memberikan hadiah ini untuk digunakan dan dinikmati dalam pernikahan. Kita harus menggunakan hadiah itu untukNya, dalam pelayanan kepadaNya.

 

Sayangnya banyak anak-anak perempuan yang menganggap hal seperti ini kuno atau ketinggalan jaman dan menganggap remeh ajaran Tuhan. TV, Film, internet memberikan pengaruh luar biasa bagi pergaulan anak-anak muda. Karena pengaruh barat yang terlalu besar, banyak anak-anak muda menganggap remeh kesucian mereka dan menuruti hawa nafsu mereka. Mereka tidak menyadari bahwa semua pengajaran Tuhan tidak pernah bermaksud untuk menghukum atau mengikat kita, tapi pengajaran Tuhan bermaksud untuk melindungi kita, karena Tuhan mengasihi kita.

 

Dan janganlah melupakan nasihat Allah ini, yang diberikan kepadamu sebagai anak-anak-Nya: "Anak-Ku, perhatikanlah baik-baik ajaran Tuhan, dan janganlah berkecil hati kalau Ia memarahimu. Sebab Tuhan menghajar setiap orang yang dikasihi-Nya, dan Ia mencambuk setiap orang yang diakui-Nya sebagai anak-Nya." (Ibrani 12 : 5 -6 BIS).

 

Keperawanan adalah hadiah Tuhan bagi seorang wanita yang seharusnya dijaga sampai ia memasuki pernikahan dengan seorang pria. Wanita adalah makluk yang ‘perasa’, jika seorang wanita melakukan hubungan intim suami istri, itu dilakukan sebagai ungkapan rasa cinta, berbeda dengan pria yang bisa melakukan hubungan intim tanpa cinta. Akibatnya adalah begitu wanita kehilangan keperawanan sebelum pernikahan karena pria yang dicintainya, biasanya wanita itu merasa rapuh dan begitu bergantung pada sang pria. Sedangkan sang pria, biasanya malah karena sudah memuaskan nafsunya, ia tidak lagi terlalu mempedulikan wanita itu. Kalau sudah begini, biasanya wanita cenderung menutup mata terhadap kekurangan dan kelemahan pria tersebut dan mau melakukan apa saja untuknya, asalkan sang pria tetap mau bersama dengannya.

 

Saya mengenal beberapa wanita yang kehilangan keperawanan karena pacar mereka. Beberapa dari antara mereka akhirnya menjalani hidup berhubungan bebas dan tidak merasa bahagia dalam hidupnya. Ada lagi, yang akhirnya jatuh ke dalam pelacuran, menjual tubuhnya demi mendapatkan uang.  

 

Beberapa wanita lagi begitu tergiur dengan konsep hidup bersama sebelum pernikahan yang sering dilakukan oleh orang-orang barat.  Mereka menganggap dengan hidup bersama sebelum menikah, mereka bisa merasakan terlebih dahulu hidup pernikahan, sehingga nanti kalau menikah tidak kaget dan akhirnya bercerai. Well, melihat kenyataan tingkat perceraian yang begitu tinggi di dunia barat, yang jauh lebih tinggi daripada tingkat perceraian di Indonesia, apakah konsep hidup bersama ini perlu untuk dipertimbangkan? Di Amerika Serikat, tahun 2009 ada 2.080.000 pasangan yang menikah tapi ada 940.000 pasangan yang bercerai (US Statistic Marriage and Divorce). Hampir 40-50% pernikahan di Amerika berakhir dengan perceraian. Dan kebanyakan pasangan yang tetap teguh dalam pernikahan mereka adalah orang-orang Kristen yang takut akan Tuhan.

 

Ada teman saya yang karena begitu menginginkan menikah dengan orang bule, rela untuk hidup bersama atau melakukan suami istri supaya dinikahi. Akhirnya dia malah hamil, ditinggal pergi, punya anak dan hidup sendirian. Untung akhirnya dia bertobat, hidupnya dipulihkan Tuhan dan akhirnya menikah  dengan seorang pria bule kristen. Saya juga menikah dengan orang bule, tapi calon suami saya menghormati keyakinan kristiani saya dan tidak melakukan hubungan intim sebelum menikah . Dan saya tidak sendirian, banyak teman-teman yang saya kenal, menikah dengan orang asing dan menjaga keperawanan mereka sampai hari pernikahan. Beberapa wanita asing yang saya kenal di Canada mengatakan bahwa mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah dan pernikahan mereka masih awet sampai usia lanjut mereka sekarang.

 

Pria-pria yang mampu menjaga kesucian wanita yang mereka pacari membuktikan bahwa mereka adalah pria-pria yang hebat, bertanggung jawab dan layak untuk kita nikahi. Sebaliknya pria-pria yang menuntut hubungan intim atas nama pembuktian cinta, adalah pria-pria yang suka menuruti hawa nafsunya dan belum tentu mau bertanggung jawab. Pria manakah yang ingin kamu nikahi?

 

Jikalau kita mau merenungkan dengan baik dan hati terbuka, kita bisa menyadari bahwa Tuhan tidak pernah memberikan aturan atau hukum untuk membuat kita terikat, kelihatan bodoh di mata dunia atau menyengsarakan hidup kita. Tidak sama sekali. Tuhan melalui pengajaranNya dalam Alkitab memberi kita pegangan, aturan agar kita bisa hidup bahagia dalam menjalani kehidupan kita.

 

Adalah suatu kebahagiaan penuh bagi seorang wanita untuk bisa memberikan keperawanan, kesuciannya bagi seorang pria di hari pernikahan mereka.  Hubungan intim adalah sempurna dalam pernikahan, itulah hadiah yang baik yang diberikan oleh Tuhan kepada pasangan yang menikah.

 

Silta NS

 

 

Bagaimana Orang-Orang Kristen harus Berpikir tentang hubungan suami istri

 

Saya belajar bahwa kesucian hubungan intim bukanlah melulu tentang peraturan dan rasa bersalah, tapi tentang keintiman dan sukacita pada waktu yang tepat dan jalan yang benar

 

Pernahkah kamu merenungkan kenapa ada kitab dalam Alkitab yang dipenuhi oleh puisi cinta penuh keintiman?

 

Hubungan inim orang Kristen yang terbaik sebenarnya adalah ekspresi dari apa yang sering disebut kehidupan tri tunggal – kekudusan, penuh pedoman, cinta yang berkomitmen, jenis cinta yang kita temukan dalam pernikahan.

 

Kehidupan hubungan intim orang single tidak berarti melakukan hubungan suami istri dalam pengertian harafiahnya sendiri.  Tapi itu berarti memusatkan energi seksual dan mengarahkannya ke sesuatu yang positif dan lebih besar daripada hubungan suami istri itu sendiri.

 

Kehidupan hubungan intim orang Kristen yang masih single adalah dengan tidak berhubungan hubungan suami istri – belum saatnya. Kehidupan hubungan intim orang Kristen single adalah doa. Berpacaran dan belajar bagaimana mencintai dan mendengarkan dengan lebih baik melalui hubungan itu. Itulah adalah awal, menuju hubungan suami istri yang dimaksudkan Tuhan untuk kita dalam pernikahan.

 

Pernikahan mengundang kita kedalam kehidupan seseorang, untuk mengenal dan dikenal. Pernikahan dapat menjadi undangan supaya kita jadi lebih manusiawi. Bagi orang Kristen, menjadi sepenuhnya manusia berarti menjadi seperti Kristus. Inilah yang dinamakan proses ‘transformasi spiritual’. Kehidupan intimmu, pernikahanmu, atau hidup single mu, adalah bagian dari perjalanan ini.

 

Tuhan membuat kita sebagai makhluk yang penuh keintiman. Itu adalah hal yang baik. Kamu bisa menjadi bijaksana tanpa perlu malu. Kamu bisa menjadi kudus tanpa ‘lebih kudus dari Tuhan’.

 

Dikutip dari Hidup saya : Bagaimana Orang-Orang Kristen harus Berpikir tentang hubungan suami istri.  Tyler Blanski , pengarang buku Mud & Poetry : Love, and the Sacred