Menanti  Jodoh Pilihan

“Kelebihan utama dari hidup single adalah kebebasan—kebebasan untuk datang dan pergi sesuka hati kita tanpa perlu berkonsultasi dengan suami, istri atau anak… Tetapi kebebasan juga memiliki tanggung jawab. Suatu hari nanti saya harus mempertanggung jawabkan atas apa yang saya lakukan terhadap kebebasan saya. Apakah saya hidup egois, hidup untuk memuaskan diri saya sendiri, menghabiskan waktu saya? Apakah saya menghabiskan waktu saya berkubang dalam kesedihan karena status single saya atau masalah lain?... Satu dari kunci untuk mencapai hidup yang penuh adalah kerelaan untuk memberi diri kepada orang lain. Yesus pernah berkata, ‘ Barangsiapa mempertahankan nyawanya akan kehilangannya, tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku akan menyelamatkannya’ “ – Elizabeth-Ann Horsford dalam Complete as One

“Kita cenderung melupakan bahwa kebahagiaan tidaklah datang dari mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki, tapi datang dari menerima dan menghargai apa yang sudah kita miliki” - Frederick Keonig

“Ketika kita berhenti bertanya, “kenapa saya sendiri?” dan mulai bertanya, “kenapa saya disini?” maka dunia kita akan berubah – menjadi lebih baik” – Michelle Mckinney Hammond

“Kasih yang memanggil kita, menarik kita kepadaNya, menjadikan kita pengantinNya, menyerahkan hidupNya untuk kita, dan memahkotai kita setiap hari dengan kasih sayang dan anugerah, tidak akan pernah, tidak peduli bagaimana kelihatannya kesendirian kita, terlantarnya kita. “Aku tidak akan pernah (bahasa yunani mempunya lima arti yang berbeda), tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah, meninggalkanmu atau membuangmu” – Elisabeth Elliot

“Saat saya berjuang dengan kehidupan single saya – saya tidak selalu bisa mempertahankan pengalaman ‘di puncak gunung’ setiap saat – saya belajar sesuatu tentang menjadi puas dengan dimana saya berada sekarang. Saya menyadari bahwa saya tidak bisa lagi menghabiskan waktu saya dengan menunggu seseorang datang dan membuat hidup saya lebih berharga. Karena hidup itu sendiri sesuatu yang indah. Saya juga belajar bahwa satu kelebihan yang indah dari hidup single adalah saya benar-benar bisa (tidak pernah saya bayangkan sebelumnya) menikmati waktu saya menikmati Tuhan” – Lori Smith

Berbicara soal jodoh cukup membingungkan untuk saya. Saya hidup single selama 36 tahun dan demi mendapatkan jodoh, saya banyak membaca buku-buku Kristen tentang cara mendapatkan jodoh pilihan Tuhan sampai buku-buku non Kristen seperti ‘bagaimana cara mencari pasangan ketika kamu berumur diatas 30 tahun, dan lain sebagainya. Waktu itu saya berharap dengan banyaknya pengetahuan yang saya miliki, akan lebih mudah untuk saya mendapatkan jodoh. Hehehe.. Kedengarannya memang konyol.

 

Sayapun tidak sendirian, banyak teman-teman saya yang saat ini masih berada dalam keadaan belum menikah alias single dan hampir semuanya punya mimpi untuk menikah suatu hari nanti. Seorang pendeta yang saya kenal, mengatakan ada satu masalah di gereja yang sulit dipecahkan : banyak wanita-wanita yang belum menikah. Sebagai wanita single waktu itu, saya sedikit merasa tersinggung dengan ucapannya, karena saya merasa tidak pernah membebani gereja hanya karena saya single, malah banyak jemaat lain yang justru memberi masalah kepada gereja. Tapi kemudian saya menganggap perkataannya tersebut sebagai bentuk perhatian kepada wanita-wanita single yang disampaikan kepada Allah dalam doa.

 

Saya seringkali bertanya kepada Tuhan, kenapa seorang wanita Kristen bisa mendapatkan jodoh dengan mudahnya, sedangkan wanita Kristen yang lain begitu kesulitan mendapatkan jodohnya. Seorang teman wanita saya bertemu dengan suaminya, lewat bosnya yang mempromosikannya. Suaminya adalah orang yang takut akan Tuhan, dan setelah berkenalan selama beberapa waktu, mereka memutuskan untuk menikah. Di hari pernikahan, mereka menyanyikan lagu romantis berdua ‘when God made you’.  Seorang teman saya yang lain bertemu dengan suaminya melalui website pencari jodoh. Suaminya seorang warga Negara Amerika, seorang yang takut akan Tuhan dan ingin mendapatkan istri orang Asia. Setelah beberapa waktu berkenalan, suaminya datang ke Indonesia dan akhirnya memboyong teman saya menikah di Amerika.  Dan banyak teman wanita saya bertemu dengan suami mereka dalam lingkungan kuliah, pelayanan, atau pekerjaan mereka. Karena sering bertemu, akhirnya muncul rasa suka, berteman dekat dan berakhir dalam pernikahan.

 

Pernikahan teman-teman saya terdengar begitu indah dan sempurna, bertemu dengan pria yang takut akan Allah, menikah, punya anak-anak dan hidup bersama. Tapi banyak teman-teman wanita saya yang lain, berusia diatas 30 tahun, masih single. Apakah itu berarti Tuhan tidak menyayangi mereka? Saya pernah berada di posisi mereka selama beberapa tahun, apakah itu berarti Tuhan tidak menyayangi saya? Tidak sama sekali. Setelah saya menikah, saya baru menyadari kondisi saya yang single dalam waktu yang cukup lama itu membuktikan bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lain untuk saya.

 

Ketika saya masih single, saya banyak membaca buku atau tulisan tentang jodoh supaya bisa mempelajari cara, teori atau rumusan bagaimana cara mendapatkan jodoh pilihan. Sampai akhirnya saya menyadari bahwa Tuhan selalu mempunyai cara yang berbeda-beda ketika memberikan jodoh dalam kehidupan kita, tidak ada rumusan, teori, atau syarat yang dipakai Tuhan ketika Ia memberikan jodoh kepada wanita-wanita single. Wanita yang satu mendapatkan jodohnya dengan secara cepat dan kelihatan mudah, yang lainnya mungkin harus menunggu lebih lama sebelum akhirnya menikah.

 

Saya juga menyadari bahwa bagi Tuhan, karakter kita jauh lebih penting ketimbang status pernikahan kita.  Banyak wanita mengalami pembentukan karakter yang luar biasa melalui pernikahan mereka. Banyak teman-teman saya yang 'menikmati' diasah karakternya ketika bertemu dengan karakter suaminya. Banyak pasangan yang mengalami beda pendapat, pertentangan atau bahkan pertengkaran hebat, dua karakter yang berbeda saling mengasah. Jika kedua karakter bersedia berubah dan menerima, karakter keduanya akan berkembang, tapi jika tidak, keduanya akan tumbuh terpisah satu dengan yang lain, atau bahkan banyak yang bercerai. Sedangkan bagi wanita-wanita single, karakter mereka diasah lewat kesendirian mereka, jika wanita single belajar menerima keadaan single mereka dengan beryukur, hidup berbagi dengan keluarga dan teman-teman mereka, dan terus berharap yang terbaik dari Tuhan, maka wanita single bisa mengembangkan karakter mereka dengan baik. Tapi jika wanita single tidak bisa menerima hidup single mereka dengan baik, mereka bisa menjadi seorang wanita yang egois, tidak peduli dengan orang lain, minder, kepahitan atau penggosip (karena rasa iri hati). Proses pengasahan karakter yang dialami oleh wanita single ataupun wanita yang menikah tidaklah mudah, karena sulitnya proses ini, seringnya wanita single iri dengan wanita yang sudah menikah, sedangkan wanita yang sudah menikah iri dengan kehidupan single teman mereka.

 

Roma 8 : 28 mengatakan Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Setiap wanita yang mengasihi (mencintai, menaruh kasih sayang pada) Allah akan mendapati bahwa Allah turut bekerja (walau sering tidak terlihat) dalam setiap aspek kehidupan mereka sehari-hari, single maupun menikah, untuk membawa kebaikan (kegunaan yang baik – kamus besar bahasa Indonesia)  bagi mereka.  

 

Saya adalah orang yang mempercayai bahwa kehidupan kita di dunia adalah 100% kerja keras kita dan 100% anugerah Allah. Allah melakukan bagianNya dan saya juga mengerjakan bagian saya. Saya mempercayai hal ini dalam segala hal di kehidupan saya, termasuk dalam mencari jodoh. Dalam waktu tiga tahun terakhir hidup saya sebagai wanita single, saya mengubah prinsip saya dari sikap pasif menjadi lebih aktif. Dulu saya begitu pemalu, tidak banyak berkenalan dengan pria single dan lebih bersikap menunggu. Kemudian saya belajar berubah untuk menjadi lebih terbuka dan membuka pintu saya sebesar-besarnya untuk berkenalan dengan banyak pria. Saya berdoa pada Tuhan jika Ia tidak menyukai pria yang masuk ke pintu tersebut, saya mempersilakan Tuhan untuk menutup pintu bagi pria itu. Banyak pria yang berkenalan dengan saya dan banyak pria juga yang akhirnya berlalu dari kehidupan saya. Saya tidak pernah protes pada Tuhan, karena saya percaya begitulah cara saya dan Tuhan bekerjasama. Saya begitu percaya kalau Tuhan tahu bagaimana memberikan yang terbaik untuk saya, dan saya tidak mau mengeluh untuk apa yang saya alami. Sampai akhirnya Tuhan mempertemukan saya dengan suami saya.  

 

Tapi tidak semua orang seperti saya. Ada banyak wanita juga yang ‘menunggu’ secara pasif dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik untuk mereka. Tidak ada cara yang benar dan tidak ada cara yang salah, selama kita mempercayai Allah yang sama dan hidup benar dihadapanNya. Banyak dari wanita ‘yang pasif’ itu akhirnya bertemu dan menikah dengan ‘yang terbaik’ dari Tuhan.

 

Oleh karena itu saya menyadari, tidak ada teori yang tepat untuk semua orang bagaimana caranya untuk mendapatkan jodoh dari Tuhan. Masing-masing wanita begitu unik kepribadiannya, masa lalunya dan kehidupannya, sehingga masing-masing wanita juga nantinya akan mendapati bahwa Tuhan memberikan jodoh baginya dengan cara yang unik juga. Setiap orang akan mendapatkan apa yang mereka percayai dan apa yang mereka imani, selama mereka hidup benar di hadapan Tuhan. Apa yang kamu percaya dan imani akan terjadi bagimu.

 

Percayalah pada Tuhan dan caraNya yang unik untuk memberikatimu. Apa yang kamu percayai dalam hatimu, pasti suatu hari nanti akan menjadi kenyataan. Janganlah merasa putus asa dan kecewa karena penantian dan kegagalan yang kamu rasakan saat ini. Janji Tuhan adalah emas yang murni dan Tuhan tidak pernah berdusta, Tuhan akan selalu menggenapi firmanNya. Saatnya nanti akan tiba ketika terangmu bercahaya dan semua orang akan melihatnya.

 

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN ; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu  seperti terang, dan hakmu seperti siang (mazmur 37 : 3-6)

 

silta.ns