Karakter

Advertising






Advertising






"Karakter adalah pribadi kita ketika tidak ada orang lain yang melihat kita" - Myles Munroe

“Hari kemarin saya begitu pintar, sehingga saya ingin mengubah dunia. Hari ini saya lebih bijaksana oleh karena itu saya ingin mengubah diri saya sendiri” – Rumi


“Kerendahan hati adalah percaya dan menerima apa yang Allah katakan tentang kita, dan Allah mengatakan bahwa kita layak dan berharga” – Myles Munroe

“Siapapun juga dirimu, jadilah orang yang baik” - Abraham Lincoln



Siapakah hakimnya? Hakimnya adalah Tuhan!


Mengapa Dia Tuhan? Karena Dia yang menentukan siapa yang menang atau kalah, bukan musuh saya!


Siapakah musuhmu? Dia tidak pernah ada!


Kenapa dia tidak pernah ada? Karena ia hanyalah suara yang berbisik terhadap kebenaran yang saya katakan!


Katakanlah kebenaran!


Kutipan dari film ‘Great Debaters’

Pencarian Karakter

 

Ketika kita memikirkan sebuah kota besar – misalnya Birmingham – kita mungkin berkata banyak gereja yang berbeda di Birmingham. Tapi saya percaya bukan demikian cara Tuhan melihatnya. Saya percaya Tuhan hanya melihat satu gereja. Kitab Wahyu menyatakan kepada kita bahwa Yesus akan menikahi gerejanya – pengantin wanitanya – dan saya tidak percaya Yesus adalah orang yang beristri dua. Dia hanya akan menikahi satu gereja. Jadi walau kita berpikir tentang banyak gereja yang berbeda, Tuhan hanya melihat satu gereja.

 

Ketika Paulus menulis surat-suratnya, dia tidak menulis untuk gereja Baptis di Korintus, atau Gereja Open Bible di Roma, atau gereja Evangelical di Efesus. Dia selalu menulis untuk gereja di kota tersebut. Keadaan kita sekarang ini begitu jauh berbeda dengan saat itu, tapi saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah mengubah pikiranNya.

 

Disalibkan dengan Kristus

 

Saya percaya sangatlah penting agar para pemimpin jemaat dalam sebuah kota atau area tahu caranya berhubungan satu dengan yang lain. Sangatlah mudah untuk berfokus pada diri sendiri – untuk memikirkan tentang “gereja saya” dan hanya berfokus pada hal itu saja. Tapi itu bukanlah sikap yang alkitabiah. Saya percaya kita harus melihat satu dengan yang lain sebagai sesama penatua dari gereja yang sama.

Satu elemen karakter orang Kristen yang paling penting terungkap ketika kita bertanya pada diri kita sendiri, di tempat manakah salib berada dalam kehidupan kita. Dalam Galatia 2 : 20, Paulus menegaskan standar nya.

 

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…

Saya bertanya kepada diri saya sendiri apakah pertanyaan itu benar dalam hidup saya. Karena itulah satu-satunya perlindungan. Dalam Galatia 5:24 Paulus meneruskan :

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya

 

Ada pernyataan yang menandai orang-orang yang benar benar milik Kristus. Mereka bukan dikatakan sebagai milik gereja Open Bible atau Baptis atau Presbyterian atau Katolik. Satu-satunya tanda bahwa mereka adalah milik Kristus adalah bahwa daging mereka sudah disalibkan.

 

Sekarang dalam Roma 6:6, Paulus mengatakan “manusia lama kita telah turut disalibkan” Itulah yang telah dilakukan Tuhan. Tapi dalam Galatia 5:24, Paulus mengatakan sesuatu yang harus kita lakkan. Kita harus memakukan daging kita sendiri. Dan penyaliban selalu menyakitkan.

Tidak ada salib yang tidak menyakitkan.

 

Standar Tuhan

 

Kenyataannya dapat dipastikan bahwa karakter lahir dari salib, lihatlah gambaran karakter yang Tuhan harapkan dalam Mazmur 15.

TUHAN, siapa yang boleh menumpang  dalam kemah-Mu?  Siapa yang boleh diam di gunung-Mu  yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela,  yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran  dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah  dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan  orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah,  walaupun rugi; yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba  dan tidak menerima suap  melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah  selama-lamanya

 

Ayat pertama adalah pertanyaan dan ayat-ayat mazmur selanjutnya adalah jawabannya. Daud menulis 10 karakteristik orang yang berdiam dalam gunung Tuhan yang kudus. Jika kita ingin berada disana, kita membutuhkan karakter tersebut. Mari kita melihat setiap poin-poin tentang orang yang berdiam di gunung Tuhan yang kudus – ingatlah bahwa semua karakteristik ini dihasilkan karena anugerah.

 

Orang yang berlaku tidak bercela. Segala tindakannya benar di mata Tuhan

 

Orang yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran. Dia tidak hanya berbicara tentang keadilan, tapi ia juga melakukannya. Dia “berbicara tentang kebenaran dalam hatinya” Apa yang keluar dari mulutnya adalah apa yang ada dalam hatinya. Mulutnya dan hatinya tidak membicarakan hal yang berbeda.

 

Orang yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya. Dia tidak membicarakan orang lain dibelakang mereka. Sering dikatakan bahwa banyak pelayan Kristen yang terluka, terluka di bagian belakang mereka.

 

Orang yang tidak berbuat jahat terhadap temannya. Dia berbuat baik dan adil.

 

Orang yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya. Jika kamu pergi kepadanya dan menceritakan sesuatu yang buruk tentang temannya, dia tidak akan mendengarkanmu. Dia tidak mau menerimanya. Ini adalah salah satu karakter terpenting dalam etika Kristen.

 

Orang yang memandang hina orang yang tersingkir/busuk (dalam bahasa inggris). Dia tidak mau tunduk di hadapan orang yang keji. Seseorang mungkin adalah orang yang sangat penting dalam politik atau bahkan di gereja, tapi jika ia adalah orang yang busuk, maka orang ini akan dipandang hina oleh orang yang takut akan Tuhan.

 

Orang yang memuliakan orang yang takut akan Tuhan. Dia menunjukkan rasa hormat terhadap semua anak-anak Tuhan. Dia memperlakukan dengan hormat semua, termasuk orang-orang yang tampaknya kurang penting.

 

Orang yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi. Jika dia berjanji, maka ia akan menepatinya – sekalipun dia merugi karenanya.

 

Orang yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba. Dia tidak pernah menagih bunga dari uang yang dipinjamkannya pada orang lain.

 

Orang yang tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Kamu tidak bisa membayar dia untuk melakukan apapun terhadap orang yang tak bersalah.

Diakhirnya dikatakan bahwa, “siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.” Orang seperti ini tidak bisa digoyahkan. Jika para pemimpin di gereja berlaku seperti ini, maka tidak akan ada masalah di gereja. Saya percaya inilah standar etika orang Kristen. Jika kita berlatih 10 poin ini, kita bisa menghilangkan krisis etika yang ada dalam gereja.

 

Mari kita lihat Kolose 3:3-5 dan belajar lebih dalam.

Sebab kamu telah mati  dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup  kita , menyatakan diri  kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Karena itu matikanlah  dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,  yaitu percabulan,  kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan,  yang sama dengan penyembahan berhala

 

Kristus adalah hidup kita. Itu adalah hidup yang tidak bisa dihancurkan. Tidak bisa dimusnahkan. Itu tidak bisa dikalahkan dan selamanya akan berlanjut. Dan Paulus menambahkan, “sekarang matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi.” Dengan kata lain, kamu harus membiarkan semuanya itu mati. Ini bukanlah pengalaman sekali saja, tapi ini adalah disiplin yang berkelanjutan dalam hidup.

 

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah  sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati  yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

 

Dalam Filipi 1:1-4 ini, Paulus menggambarkan sikap-sikap yang harus kita punyai supaya kita bisa bersatu dengan tubuh Kristus. Dia menggunakan beberapa kata-kata yang berbeda, tapi hanya adala satu kata yang menggambarkan itu semua : kerendahan hati. Itulah kunci persatuan.  Amsal 13:10 mengatakan “keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran”. Jadi sangat masuk akal apabila lawan dari keangkuhan – kerendahan hati – menjadi solusi dari pertengkaran.

 

Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa Tuhan akan membuat kita menjadi rendah hati. Alkitab mengatakan bahwa kita harus merendahkan diri kita sendiri. Itu bukanlah sesuatu yang Tuhan lakukan untuk kita. Itu adalah sesuatu yang harus kita lakukan sendiri.

 

Paulus juga mengatakan agar segala sesuatu dilakukan tidak untuk mencari kepentingan diri sendiri. Menurut pendapat saya, mencari kepentingan diri sendiri adalah masalah utama terbesar di dalam gereja.

 

Saya mempunyai seorang teman yang juga merupakan editor majalah Kristen di Amerika Serikat. Beberapa tahun lalu, saya pernah berkata kepadanya, “banyak artikel dalam majalahmu itu sangat bagus. Tapi setelah saya membaca banyak iklan saya merasa bahwa saya perlu mandi, karena itu hanya mencari keuntungan bagi diri sendiri.”

 

Ini adalah masalah pribadi

 

Menjadi Kristen bukanlah mengenai melakukan doktrin yang benar, melainkan hubungan yang benar. Injil bukanlah satu set peraturan. Itu bukanlah pernyataan tentang Tuhan. Itu tidak diperoleh dengan mengetahui segala sesuatu tentang Tuhan. Tujuan dari injil adalah hubungan yang benar dengan Tuhan. Pemberitaan injil yang tidak menghasilkan tujuan diatas adalah kehancuran.

 

Dalam Matius 18:15-17, Yesus membicarakan tentang bagaimana menjaga hubungan yang benar satu dengan yang lain.

Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

 

Tujuan dari Injil adalah hubungan yang benar dengan Allah

Jadi ada tiga langkah yang tercakup dalam ayat diatas. Pertama pergilah kepada saudaramu itu. Jika kamu sendiri bisa menyelesaikannya, maka kamu tidak perlu melakukan hal lebih jauh. Jika kamu tidak bisa menyelesaikannya sendiri, maka bawalah dua atau tiga saksi yang dipercaya, jadi ada catatan tentang apa yang dikatakan. Jika hal ini tidak bisa menyelesaikannya, kemudian bawalah masalah ini ke seluruh gereja. Jika dia masih tidak mendengarkan gereja, maka jangan perlakukan dia sebagai orang percaya lagi. Dia kehilangan hak untuk bisa disebut orang percaya.

Hal seperti ini akan membuat gereja menjadi lebih penting. Saya kadang berpikir apakah beberapa gereja berada dalam kondisi yang layak dan berhak untuk melakukan hal itu. Yesus meneruskan dalam ayat 19 dan 20 :

 

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan  oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka

 

Dalam bahasa yunani, “sepakat” adalah kata yang bermusik. Ini memberikan kata tersebut “simfoni”. Kata itu berbicara tentang keharmonisan. Dan Yesus berkata, “jika dua diantara kamu bisa harmonis dibumi tentang apapun yang mereka minta, maka apa yang mereka minta akan dikabulkan.

 

Saya bukan seorang pemusik, tapi saya tahu bahwa belum harmonis menyakitkan telinga. Saya melihat begitu banyak hubungan orang Kristen yang belum harmonis. Saya rasa Allah menutup telinganya di surga.

 

Kamu mungkin memperhatikan bahwa saya melewati ayat 18. Marilah kita lihat itu sekarang.

 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga

 

Ini adalah otoritas yang begitu besar! Dalam cara tertentu, otoritas surgawi di berikan kepada kita orang percaya. Tapi perhatikanlah, bahwa kitalah yang harus melakukannya. Saya sering mendengar orang Kristen yang berdoa agar Tuhan mengikat atau melepaskan sesuatu. Tapi itu bukanlah apa yang dikatakan alkitab. Tuhan berkata, “kamu mengikatnya dalam namaKu.” Terserah pada kita untuk memiliki iman dan keberanian untuk melakukannya. Kemudian, ketika mengikatnya dibumi, maka itu juga terikat di surga.

 

Dalam puluhan tahun, saya melihat banyak orang-orang Kristen yang merasa tidak aman karena keamanan mereka tergantung pada kesuksesan. Saya mempunyai pandangan hidup yang berbeda. Bagi saya, kesuksesan adalah menyenangkan Bapa saya. Dan keamanan adalah mengetahui bahwa saya dicintai Bapa saya. Saya percaya bahwa itulah maksud dan tujuan dari Injil. Jika setiap pendeta di semua kota punya motif utama untu menyenangkan Bapa di Surga, maka tidak akan ada lagi saingan. Tidak akan ada lagi pertandingan.

 

Saya percaya bahwa itulah cara yang diinginkan Tuhan untuk kita hidup. Saya percaya bahwa itulah jawaban dari pertanyaan etika Kristen. Jika hubungan kita benar dengan Bapa, maka semua hubungan yang lain akan ikut menjadi benar.

 

Derek Prince – The Quest for Character

 

Diterjemahkan dari : http://www.derekprince.ca/Groups/1000082453/DPM_Canada/Archive_of_UK/Resources/Teaching_Letters/Quest_For_Character/Quest_For_Character.aspx