Sukses Berkarir dan Mengatur Keuangan

“Kamu bisa, kamu harus, dan jika kamu cukup berani, kamu akan” - Stephen King, On Writing

“Orang-orang yang paling bahagia tidak mempunyai segala sesuatu yang terbaik. Mereka hanya melakukan yang terbaik dari segala sesuatu” - Unknown

“Pengalaman-pengalaman masa lalu anda telah mempersiapkan anda untuk tempat di mana anda berada sekarang, dan pengalaman-pengalaman hari ini akan mempersiapkan anda untuk masa depan anda” – Victoria Osteen

“Orang yang memindahkan gunung, memulainya dengan memindahkan batu yang kecil” – William Faulkner

Berkarir dan Mengatur Keuangan

 

Ketika saya pertama lulus kuliah, sulit buat saya untuk mencari pekerjaan yang saya inginkan. Sebenarnya pekerjaan yang saya inginkan adalah pekerjaan yang menghasilkan banyak uang. Itu saja. Titik. Hehehe…. Cuma karena saya belum punya pengalaman kerja apapun, akhirnya saya harus menerima pekerjaan apapun yang mau menerima saya bekerja. Sayapun dengan rela hati bekerja demi mendapatkan uang yang jumlahnya tidak banyak itu ;)

 

Setelah beberapa bulan bekerja, saya mencoba mencari pekerjaan lain yang menurut pendapat saya punya prospek yang bagus untuk masa depan saya. Setelah pindah ke tempat baru, ternyata baru beberapa hari saya merasa tidak kuat. Atasan saya begitu galak dan kerjaannya marah-marah terus, saya yang (menurut pendapat saya sendiri) pintar menjadi bodoh dalam mengerjakan tugas-tugas saya. Akhirnya saya terpaksa harus segera mencari pekerjaan baru.

 

Puji Tuhan, saya mendapat pekerjaan baru. Saya menyukai kantor baru dan teman –teman baru saya. Pekerjaan baru itu membawa saya ke pengalaman-pengalaman kerja baru, saya diberikan kepercayaan sedikit demi sedikit oleh boss saya, mulai dari hal kecil sampai hal besar. Saya merelakan diri untuk belajar semua tugas-tugas baru saya, dengan bertanya-tanya pada teman-teman saya yang lebih berpengalaman dan banyak membaca buku-buku tentang pekerjaan yang saya lakukan. Perlahan-lahan tapi pasti, saya berhasil mengerjakan semua tugas-tugas dan pekerjaan saya di kantor dengan baik, sampai akhirnya saya dikirim ke cabang luar negeri untuk melatih pegawai yang mempunyai tugas kerja yang sama dengan saya di Indonesia selama setahun.

 

Posisi menentukan prestasi, semakin bagus posisi saya di kantor, semakin baguslah prestasi keuangan saya. Gaji saya lama kelamaan naik dan akhirnya saya mendapatkan gaji yang saya inginkan pada waktu itu. Sayangnya, di saat pengetahuan dan kemampuan saya dalam pekerjaan bertambah baik, pengetahuan saya mengenai uang dan cara mengatur uang sangatlah buruk, karena saya tidak pernah belajar apapun tentang mengurus uang. Uang gaji saya habis untuk belanja 'gaya hidup sehari-hari' dan keinginan-keinginan saya yang makin tinggi  bahkan melebihi apa yang saya peroleh. Besar pasak daripada tiang. Saya terikat makin dalam dengan hutang kartu kredit. Karena tidak sanggup bayar, akhirnya saya sempat merasakan beberapa bulan di kejar-kejar telepon oleh penagih kartu kredit.

 

Saya tidak tahan, hidup rasanya susah dan sangat menderita. Saya akhirnya bertobat dari 'hidup hura-hura' saya. Saya membaca banyak buku mengenai bagaimana cara mengatur uang gaji, tidak belanja apapun yang tidak penting selama setahun dan melunasi hutang kartu kredit saya. Semenjak itu saya berjanji pada diri sendiri, untuk tidak pernah lagi berhutang, pada orang atau kartu kredit dan akan mengatur keuangan saya dengan baik. Janji yang sampai saat ini masih saya tepati.

 

Dari pengalaman saya ini, saya belajar pengetahuan itu penting, pengetahuan tentang pekerjaan yang kita dalami, supaya kita bisa lebih baik dan menjadi hebat dalam bidang yang kita lakukan sekarang, juga pengetahuan tentang uang dan bagaimana mengatur uang yang kita peroleh, supaya tidak habis percuma. Karena akan ada saatnya nanti, saat kita tua, saat tidak ada satu perusahaan pun yang mau mempekerjakan kita lagi dan tidak ada uang gaji yang kita dapatkan, kita tetap harus hidup dan mengeluarkan uang untuk biaya hidup kita itu. Jangan sampai ketika saat itu tiba, kita menyesali semua hal yang kita lakukan dan belanjakan di masa muda kita dulu.

 

Selamat bekerja dan mengatur keuangan !

 

Silta NS

 

 

Seseorang mengatakan itu tidak bisa dilakukan. Tetapi sambil tertawa dia menjawab, itu mungkin tidak bisa dilakukan. Tetapi dia akan menjadi orang yang tidak mau mengatakan tidak sampai dia mencoba. Maka dia berusaha dengan sedikit senyuman pada wajahnya. Kalau dia resah, dia menyembunyikannya. Dia mulai menyanyi sementara dia mengerjakan apa yang tidak bisa dilakukan, tetapi dia melakukannya.


Seseorang mencemooh, “Oh, kau tidak akan bisa melakukan itu; paling tidak belum pernah ada yang melakukannya.” Tetapi dia menanggalkan mantel dan membuka topinya. Dan hal pertama yang diketahuinya dia telah memulainya. Dengan mengangkat dagu dan sedikit senyuman. Tanpa keraguan atau keputusasaan. Dia mulai menyanyi sementara dia mengerjakan apa yang tidak bisa dilakukan, tetapi dia melakukannya.


Beribu-ribu orang akan mengatakan itu tidak bisa dilakukan. Beribu-ribu orang akan meramalkan kegagalan. Beribu-ribu orang akan menunjukkan kepadamu, satu demi satu, bahaya yang akan menimpamu. Tetapi berusahalah saja dengan sedikit senyuman. Kemudian tanggalkan mantel, buka topi dan mulailah; mulai saja menyanyi sementara kau mengerjakan apa yang “tidak bisa dilakukan” dan kau melakukannya.


Edgar A.Guest