“Meskipun kita tidak komplit, Tuhan mengasihi kita dengan komplit. Meskipun kita tidak sempurna, Dia mengasihi kita dengan sempurna. Meskipun kita sering merasa hilang dan tanpa petunjuk arah, kasih Tuhan selalu menaungi kita secara penuh… Dia mengasihi setiap kita semua, bahkan orang-orang yang cacat, tersingkir, penuh kesedihan dan hancur” – Dieter F. Uchtdorf

“Sama seperti ketika kamu duduk di depan perapian saat musim dingin – kamu hanya berada disana, didepan perapian. Kamu tidak harus pintar atau yang lainnya. Api itu akan menghangatkanmu” – Desmond Tutu

“Kebanyakan segala sesuatu sangat berbahaya, kecuali jika kebanyakan kasih Tuhan” – Reign

Kecaplah dan Lihatlah

 

 

“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” Mazmur 34:8

 

Iman dalam Alkitab sering digambarkan melalui indra kita :

 

• Iman adalah melihat: “Pandanglah Aku, maka kamu akan diselamatkan.” (Yesaya 45:22, KJV)

 

• Iman adalah mendengar: “Dengarkanlah Aku, maka jiwamu akan hidup.” (Yesaya 55:3)

 

• Iman adalah penciuman: “Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana.” (Mazmur 45:8); “harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu.” (Kidung Agung 1:3)

 

• Iman adalah sentuhan spiritual. Oleh iman wanita yang mendatangi Yesus dari belakang dan menyentuh ujung jubahnya sembuh (Lukas 8:43-48) and demikian juga kita menerima hal-hal baik dari Firman kehidupan

 

• Iman sama dengan merasakan Roh. “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.”(Mazmur 119:103) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.” (Yohanes 6:53) Iman ‘merasakan’ ini adalah iman dengan kualitas tertinggi.

 

Satu dari pengalaman pertama tentang iman adalah mendengar. Kita mendengar suara Tuhan, bukan hanya dengan telinga fisik diluar saja, tapi juga dengan telinga batin. Kita mendengarnya sebagai Firman Tuhan, dan kita mempercayainya; itulah yang namanya iman “mendengarkan”.

 

Dan pikiran kita tertuju pada kebenaran yang diberitakan kepada kita. Kita mengerti kebenaran tersebut dan menerima pengertiannya; itulah yang dinamakan iman “melihat”.

 

Kemudian kita menemukan bahwa Firman itu begitu berharga. Kita mulai mengaguminya dan mencium betapa harumnya firman itu; itulah iman “penciuman”.

Kita memeluk erat anugerah yang sudah disediakan bagi kita dalam kristus; itulah iman “sentuhan”.

 

Akhirnya apa yang mengikuti seluruh kegembiraan tersebut? Damai, kesukaan, persatuan – inilah iman yang “dirasakan”.

 

Semua orang yang mengikuti jalan-jalan iman ini akan diselamatkan. Mendengarkan suara Kristus seperti mendengarkan suara Tuhan didalam jiwa, akan menyelamatkan kita. Tapi kegembiraan yang sejati adalah aspek iman dimana Kristus, oleh Roh Kudus, diterima didalam kita, dan menjadikan kebaikan dan keberhargaanNya menjadi makanan jiwa kita melalui pengertian lahiriah dan spiritual. Disaat itulah kemudian kita duduk “dibawah bayangannya dengan sukacita besar” (Kidung Agung 2:3, KJV) dan menemukan buah-buahNya yang manis untuk kita rasakan.

 

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan1 Petrus 2:2-3

 

Ditulis oleh Charles H. Spurgeon, dipublikasikan dalam “Mornings & Evenings”

 

Diterjemahkan dari : http://thoughts-about-god.com/blog/2013/01/10/cs_taste-and-see/