Love the Girl  in the Mirror

"Nikmatilah kekuatan tubuh dan kecantikanmu dimasa mudamu. Oh sudahlah. Kamu tidak akan mengerti betapa kuat dan cantiknya dirimu sampai ketika kamu tua nanti. Tetapi percayalah pada saya, dalam 20 tahun lagi, kamu akan melihat kembali foto-foto masa mudamu, dan melihat dengan cara yang berbeda tentang betapa banyak kesempatan yang terbentang didepanmu dan betapa cantiknya dirimu. Kamu ternyata tidak segemuk yang kamu bayangkan." - Kurt Vonnegut

"Bersyukurlah atas tubuhmu. Gunakanlah dengan baik. Jangan takut akan apa yang orang lain pikirkan tentang tubuhmu. Karena tubuhmu adalah alat terbaik yang kamu miliki." - Jurt Vonnegut, JR

"Salah satu taktik utama musuh adalah membuat kita meragukan siapa diri kita" - Myles Munroe

 

Pernahkah kamu melihat ke cermin dan menyukai apa yang terlihat disana? Sewaktu saya kecil saya sangat tidak suka bercermin.

 

Dari kecil sampai saya dewasa, tubuh saya kurus kerempeng. Dengan ukuran tinggi badan 165 cm, berat badan saya kurang dari 45 kg, sangat kurus (setelah saya berumur 30 tahun, berat badan saya mulai menunjukkan kemajuan yang berarti). Rambut saya kasar, berombak besar dan mekar, kulit saya sawo matang, dan bentuk gigi saya sedikit maju ke depan. Sedari saya SD sampai saya kuliah, selalu saja ada teman saya yang nyeletuk ‘hai Silta, rambutnya diikat dong, papan tulisnya ketutupan tuh sama rambut kamu’. Sewaktu saya SMP, ada anak pria yang saya taksir bilang kepada saya, ‘kamu agak monyong kedepan yah mulutnya’, hancurnya perasaan saya…. Saya hidup dalam keadaan sangat minder sewaktu saya bersekolah dulu. Ditambah lagi keuangan keluarga saya sangat miskin, asal bisa makan saja sudah syukur banget. Hampir tiap bulan nama saya dipanggil di depan kelas, karena saya belum bayar uang sekolah. Sewaktu SMP, saya harus terbiasa selama  beberapa bulan masuk sekolah dengan sepatu bolong di jempol, tidak ada uang untuk membeli sepatu baru. Lengkap sudah penderitaan saya semasa kecil. Satu-satunya penghiburan saya, adalah kepintaran saya. Saya selalu dapat ranking bagus di kelas, rangking satu itu biasa buat saya. Tapi itu tidak bisa menutupi keminderan saya, saya menjadi pendiam dan tidak suka berbicara. Saya sering berkhayal dan berandai-andai, 'andai saya si A atau si B'. Saya dulu tidak pernah bisa membayangkan masa depan saya, saya takut dan tidak berani membayangkan masa depan saya. Malah dulu saya sempat berpikir bahwa saya akan meninggal di usia 18 tahun, karena saya tidak yakin, apakah ada masa depan untuk saya.

 

Sekarang saya berumur 38, sudah menikah dan tinggal di Canada. Saya lulus dari universitas negeri yang cukup terkenal di Indonesia, bekerja di perusahaan-perusahaan yang baik dan pernah dikirim beberapa kali ke beberapa negara asia tenggara oleh perusahaan tempat saya bekerja. Saya bisa menikmat hidup yang jauh lebih baik dibandingkan masa kecil saya dan saya bisa melakukan hal-hal yang saya sukai.

 

Jika seseorang bilang kepada bahwa saya akan menjadi seperti ini sekarang, pada waktu saya SMP dulu. Saya pasti akan marah marah padanya dan bilang bahwa dia jahat karena dia membuat saya bermimpi yang tidak-tidak. Waktu itu saya ‘melihat’ ke diri saya sendiri dan tahu bahwa saya itu tidak punya ‘modal’ apapun untuk bisa berharap punya kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

 

Apa yang menyebabkan saya bisa berubah dari waktu itu sampai saya yang sekarang ini? Pertemuan saya dengan Tuhan Yesus! Ketika saya berada di kelas 1 SMA, saya ikut persekutuan pelajar Kristen SMA dan mulai mengenal bahwa Tuhan mengasihi saya apa adanya saya, dengan tubuh yang kurus dan rambut yang mekar bergelombang. Tuhan Yesus mengasihi saya sekalipun saya miskin dan tidak punya uang sama sekali untuk sekolah. Saya menemukan ‘kasih yang sempurna’, kasih yang mengasihi saya pada saat saya merasakan saya tidak layak untuk dikasihi. Kasih yang menerima segala kelemahan saya. Kasih yang menolong saya ketika saya menjerit minta tolong kepadaNya. Kasih ini begitu kuat dalam hidup saya, sehingga membuat saya bersemangat untuk belajar dan perlahan-lahan mulai bermimpi bahwa saya dan keluarga saya bisa punya masa depan yang lebih baik. Lagu favorit saya saat itu : “S’bab Dia hidup ada hari esok, S’bab Dia hidup ku tak gentar. Karena ku tau Dia pegang hari esok, dan hidupku berarti s’bab Dia hidup”.

 

Ketika kamu menemukan Seseorang yang mengasihimu apa adanya, menerima kelemahanmu dan bersedia berjalan bersamamu menempuh suka dan duka kehidupan, hidupmu akan berubah. Kamu menjadi lebih kuat dan tegar dalam menghadapi kesulitan. Dan tidak ada seseorang pun di dunia ini yang bisa mengasihimu dengan sempurna seperti Tuhan Yesus mengasihimu. Dia mati di kayu salib untukmu dan dia bersedia untuk berjalan bersamamu dalam suka dan duka.

 

Banyak orang sering bertanya mengapa Tuhan tidak menolong mereka pada saat mereka susah. Buat saya sendiri, saya sadar, bahwa tanpa kesusahan, karakter saya yang buruk tidak bisa berubah. Dengan membiarkan kesusahan menimpa saya, Tuhan menempa karakter saya menjadi lebih baik.

 

Dalam perjalanan hidup saya 20 tahun setelah bertemu dengan Tuhan Yesus, saya belajar untuk mengasihi diri saya sendiri dan akhirnya mengasihi orang lain. Semuanya dimulai karena Yesus yang mengasihi saya. Saya belajar mengasihi tubuh saya, rambut saya, wajah saya dan belajar merawatnya, karena semuanya unik dan itulah saya. Dulu saya pikir tidak akan ada pria yang akan tertarik dengan wanita kurus, berkulit coklat dan muka yang pas-pas an seperti saya, ternyata saya salah ;-)

 

Saya sekarang menyukai wanita yang terlihat di kaca. Dan semuanya itu dimulai karena Seseorang yang menyukai saya dan mengasihi saya tanpa batas.

 

Silta.ns

 

 

 

Cara saya melihatnya....

Kamu tercipta bukan karena kecelakaan. Orang tuamu mungkin tidak merencanakan untuk melahirkanmu, tapi Tuhan merencanakanmu. Dia menginginkanmu hidup dan menciptakanmu untuk sebuah tujuan.

Kamu tidak akan pernah menemukan tujuan mengapa kamu diciptakan jika kamu hanya berfokus pada diri kamu sendiri. Kamu diciptakan oleh Tuhan dan untuk Tuhan, dan sampai kamu benar-benar mengerti tentang hal ini, kamu akan sulit mengerti apa arti hidup ini.

Hanya didalam Tuhan kita menemukan asal usul kita, indentitas kita, makna hidup kita, arti kehadiran kita dan tujuan hidup kita

Dr. Rick warren - The Purpose Driven of Life