Manajer Rumah Tangga

Advertising






Advertising






"Mengatur rumah tangga itu hanya sedikit kurang sulit daripada mengatur seluruh kerajaan"  - Montaigne

"Rumah bukanlah batu bata, adukan semen atau furnitur didalamnya, melainkan roh yang mengisinya"

"Secara umum suami istri mempunyai batas tanggung jawab sendiri-sendiri dalam mengelola rumah tangganya. Istri bertanggung jawab dalam urusan rumah tangga dan anak-anak, sedangkan suami bertanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhan keluarga. Tapi pria, meskipun ada batas-batas seperti itu ada saatnya anda harus melanggar dan menyebrangi batas itu" - Timotius Adi Tan

"Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar" - Mother Theresa

Menjadi Seorang Manajer Rumah Tangga yang Baik

 

Seorang teman saya, ibu dari tiga anak masih kecil-kecil, baru saja jatuh sakit thypus. Dokternya mengatakan bahwa teman saya itu kelelahan. “Bagaimana nggak kelelahan, pembantu nggak ada, anak tiga, masih kecil-kecil pula, saya semua yang mengurusnya,” katanya.

 

Jika rumah tangga diibaratkan seperti perusahaan, maka ayah adalah top manager. Bersama ibu, Ayah berperan mengambil keputusan-keputusan penting keluarga. Tapi ibu adalah manajer operasionalnya, untuk setiap keputusan yang ayah-ibu ambil, ibu lah yang mengerjakan sebagian besar keputusan-keputusan tersebut.  Ibu harus mengerjakan semua pekerjaan yang berhubungan dengan rumah tangga: membersihkan rumah, mencuci, memasak, menyetrika, ibu juga pada umumnya mengurus belanja keluarga dan pembayaran tagihan-tagihan bulanan keluarga. Ibu juga harus mengurus anak-anak, memandikan, menidurkan, memberi mereka makan, mengajak mereka belajar dan bermain sewaktu mereka masih kecil. Tugas ibu sepertinya begitu banyak, 24 jam sehari, 7 hari seminggu,non stop. Makanya seringkali banyak ‘manajer-manajer rumah tangga’ yang kerepotan dan akhirnya kecapaian dan jatuh sakit seperti teman saya itu.

 

Di Indonesia, kita bersyukur karena seorang manajer rumah tangga seringkali mendapat bantuan dari asisten rumah tangga, alias pembantu kita. Dengan bantuan mereka, sebagian besar pekerjaan di rumah dapat di handle. Kadang-kadang malah ada yang memakai suster untuk mengurus anak balita mereka, wah betapa mudahnya pekerjaan manajer rumah tangga ini. Coba bandingkan dengan ibu-ibu di luar negeri yang tidak bisa mempunyai pembantu karena mahalnya gaji seorang pembantu. Mereka harus melakukan semua hal itu sendirian.

 

Sama seperti perusahaan yang hanya akan berjalan dengan baik jikalau para manajer yang mengurus perusahaan tersebut berkualitas bagus : pandai dan suka bekerja keras, begitu pula rumah tangga. Jika seorang ayah dan ibu mempunyai pengetahuan yang cukup ketika mereka membentuk rumah tangga, maka rumah tangga yang mereka jalankan, bisa berjalan dengan baik. Tapi jika tidak, maka akan terjadi banyak kekekacauan dalam rumah tangga tersebut. Makanya kita sering mendengar banyak rumah tangga yang berpisah  atau rusak disebabkan karena masalah keuangan, masalah anak, masalah mertua, atau masalah PIL/WIL lain. Semua masalah itu bermula dari kurangnya pengetahuan/kepandaian dalam mengurus rumah tangga. Jika orangtua (terutama ibu) mengerti mengenai pembuatan anggaran dan penggunaannya, maka pasti masalah keuangan dalam keluarga mudah dihindari. Jika ibu (dan juga ayah) mengerti peran mereka untuk mengurus, membentuk dan mendidik anak-anak, tentunya anak-anak bisa bertumbuh menjadi orang dewasa yang baik dan tidak akan membawa masalah ke dalam rumah tangga. Jika ayah dan ibu mengerti bagaimana memelihara hubungan romantis di antara mereka berdua, tentunya akan sulit bagi PIL/WIL untuk masuk kedalam rumah tangga.

 

Sama seperti manajer-manajer yang bekerja di perusahaan, diperlengkapi dengan pendidikan di sekolah mereka, atau bahkan diberikan training khusus oleh perusahaan mereka, para manajer rumah tangga juga harus diperlengkapi dengan pengetahuan khusus. Semakin banyak pengetahuan yang dipraktekkan oleh manajer dalam rumah tangga maka akan semakin baiklah rumah tangga tersebut.

 

Lalu bagaimana caranya para manajer ini bisa diperlengkapi dengan pengetahuan khusus untuk mengatur rumah tangga mereka?

 

Belajar, Belajar, Belajar….

 

Itulah kunci utamanya.

 

Manajer rumah tangga bisa belajar pertama dari Alkitab atau khotbah-khotbah pendeta di gereja. Banyak cerita dan ayat-ayat di alkitab yang mengajarkan orang tua untuk mendidik anak, berhubungan dengan pasangan, mertua dan masalah rumah tangga lainnya. Amsal 31 mengajarkan tentang bagaimana menjadi wanita yang cakap, Efesus 5 : 22-33 mengajarkan bagaimana suami istri untuk hidup. Dan masih banyak hal-hal lain yang bisa dipelajari dari Alkitab yan bisa diterapkan oleh para manajer rumah tangga ini.

 

Manajer rumah tangga juga bisa belajar banyak dari para manajer yang telah berhasil. Jika kita mempunyai teman yang merupakan pasangan dengan rumah tangga yang harmonis dan memiliki anak-anak yang baik, tidak ada salahnya jika kita banyak bertanya, tukar pendapat dan berdiskusi mengenai masalah-masalah pernikahan dengan mereka. Bukankah mereka sudah menunjukkan hasilnya? Baiklah kita mencontoh dari yang berhasil.

 

Tempat lain dimana para manajer bisa mendapatkan pengetahuan adalah buku-buku ataupun informasi dari internet. Banyak pengarang buku Kristen yang menulis tentang masalah keuangan, pendidikan anak-anak, hubungan suami istri dan masalah rumah tangga lain. Sangatlah baik bagi para manajer rumah tangga untuk menambah pengetahuan mereka dengan membaca buku. Selain buku-buku, juga banyak artikel-artikel atau informasi-informasi lain yang beredar di internet bisa membantu memberi pengetahuan untuk mengurus rumah tangga. Cuma harus lebih hati-hati dan memilah mana informasi yang baik, karena di internet banyak juga pengetahuan/informasi yang kurang baik ataupun tidak bermanfaat.

 

Menjadi manajer rumah tangga, bukanlah pekerjaan mudah, banyak yang merasakan kesulitan. Tapi jikalau para manajer mau belajar, berdoa dan bekerja keras, maka rumah tangga yang harmonis pasti bisa didapatkan. Dua jempol untuk para manajer rumah tangga.

 

Silta NS