Melayani Lebih Sungguh

Advertising






Advertising






"Ada 3 hal penting dalam kehidupan manusia : yang pertama adalah berbuat kebaikan, yang kedua adalah berbuat kebaikan, dan yang ketiga adalah berbuat kebaikan" - Henry James

"Jika kemampuan kita berasal dari Allah, kita tidak akan pernah tidak mampu." - Millhuff

“Tidak ada seorangpun yang mengingat ‘Orang Samaria yang Baik Hati’ jika yang ia hanya mempunyai niat yang baik” - Margaret Thatcher

"Apa pun yang kau kerjakan, lakukanlah dengan sepenuh hatimu. Jadilah dirimu yang terbaik. Engkau tak mungkin akan sepenuhnya berbahagia dengan menjadi kurang dari yang mungkin bagimu. Ikutilah impian-impianmu; setialah kepada kebaikan yang ada di dalam hatimu. Jadilah seseorang yang bernilai bagi kebahagiaan sesama. Jadilah dirimu yang terbaik" - Mario Teguh


“Melayani, melayani, lebih sungguh. Melayani, melayani, lebih sungguh. Tuhan lebih dulu melayani kepadaku. Melayani, melayani, lebih sungguh.”

 

Saya ingat sewaktu SMA dulu saat  baru bertobat dan giat-giatnya datang ke persekutuan pelajar Kristen se-bekasi, saya berdoa pada Tuhan, agar saya diberi kesempatan untuk bisa melayani sebagai pengurus persekutuan tersebut, sekalipun cuma jadi seksi konsumsi saja. Di masa itu banyak pelajar yang ingin melayani Tuhan lewat persekutuan tersebut. Karena saya bukanlah orang yang pintar bergaul dan sangat minder, tidak banyak pelajar yang mengenal saya, sehingga saya merasa tidak punya peluang sama sekali untuk bisa dipilih sebagai salah satu pengurus. Tapi keajaiban terjadi, anggota pengurus baru yang biasanya dipilih melalui rapat pengurus tahun yang lalu, tahun itu dipilih oleh orang banyak. Jadi tiap kelas dari semua sekolah memilih 10-15 nama dari puluhan nama calon pengurus. Mungkin karena nama saya unik, banyak orang yang memilih nama saya, bukan saya, karena mereka tidak mengenal saya sama sekali. Tapi saya percaya, itulah cara Tuhan memilih saya, sehingga bukannya menjadi seksi konsumsi, saya malah terpilih jadi wakil ketua di persekutuan tersebut. Dan semua orang barulah ‘ngeh’ dan kenal dengan saya, lewat kepengurusan tersebut. Tuhan menjawab doa saya dengan luar biasa.

 

Saat itu buat saya, pelayanan adalah melayani Tuhan lewat persekutuan pelajar. Setelah lulus sekolah, buat saya melayani Tuhan adalah dengan melayani di gereja. Jika saya tidak melakukan kegiatan apapun di gereja atau tempat saya kuliah, saya merasa kosong, saya merasa saya melakukan kejahatan terhadap Tuhan. ‘Tuhan sudah berbuat baik pada saya, masak saya tidak mau melayani dia’, begitu pikir saya. Saya begitu giat melayani Tuhan dengan menjadi sibuk sebagai guru sekolah minggu dan juga penari tambourine. Buat saya itulah namanya pelayanan, saya melakukan itu bertahun-tahun lamanya.

 

Sampai suatu ketika, saya menghadapi ‘musim gelap’ dalam hidup saya. Musim ketika saya mempertanyakan ‘apa yang sedang saya lakukan’ dan badai hidup datang mendera saya. Saya jatuh, tenggelam dalam ketidakpedulian saya terhadap pelayanan ataupun gereja. Saya hanya datang ke gereja, karena mama saya akan sangat marah kalau saya tidak pergi kesana.

 

Sekali lagi kebaikan Tuhan menyelamatkan saya, menyadarkan saya bahwa sekalipun tidak ada satu orang mempedulikan saya, Tuhan sangat amat peduli dan mencintai saya. Mulai dari situlah pandangan saya mengenai pelayanan berubah. Saya mulai menyadari bahwa pelayanan bukanlah jabatan atau posisi di gereja, yang bisa diperhatikan atau dilihat orang. Pelayanan bukanlah sekedar menolong orang-orang miskin ataupun memberi penghiburan pada orang yang susah. Pelayanan adalah kehidupan, apa yang saya lakukan dalam hidup saya di dunia ini yang bisa memuliakan Tuhan. Saya baru menyadari, bahwa ketika saya melakukan yang terbaik dari kemampuan saya, saya sedang melayani Tuhan. Karena saya sedang menggunakan bakat, kemampuan, talenta yang Dia berikan kepada saya untuk memuliakanNya.

 

Kolose 3:23-24 mengatakan : ”Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

 

Itulah pengertian pelayanan saya yang baru. Karena saya adalah pekerja, maka saya melayani Tuhan, jika saya bekerja dengan baik untuk boss saya, memberi banyak keuntungan untuk dia, menjadi pemimpin yang baik untuk anak buah saya dan bekerja sama dengan rekan-rekan kerja saya. Karena saya adalah anak di dalam keluarga, maka saya melayani Tuhan jika saya menghormati dan menolong orang tua saya, mengasihi adik-adik saya, berbuat baik dengan pembantu saya di rumah, berbuat baik kepada kakek dan keluarga besar saya. Karena saya adalah teman, maka saya melayani Tuhan jika saya membantu teman saya yang dalam kesulitan, tidak bergosip tentang mereka dan berbuat baik kepada mereka. Karena saya adalah anggota gereja, maka saya melayani Tuhan jika saya berbuat baik pada anggota gereja yang lain dalam kesulitan ataupun menari sebagai seorang penari tamborine di hari minggu.

 

Pelayanan bukanlah kegiatan yang hanya dilakukan seminggu sekali atau tiga hari sekali. Bukan…. Pelayanan adalah hidup, apa yang kita lakukan dengan hidup kita di dunia ini. Bahkan jika kita menjaga tubuh kita dengan baik, berolahraga supaya lebih sehat, makan makanan yang sehat, menjaga pikiran kita bersih dari pikiran jahat atau cabul, kita sedang melayani Tuhan. Karena dengan berbuat seperti itu, kita seolah-olah berkata pada Tuhan bahwa ‘apa yang Kau berikan kepadaku, ku jaga dengan sebaik-baiknya’. Itulah yang namanya menghormati Tuhan, itulah yang namanya pelayanan.

 

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16).

 

Marilah kita semua melayani Tuhan, dengan segenap tubuh, jiwa, hati dan pikiran kita, kepada orang-orang sekeliling kita : orangtua, suami, anak-anak, tetangga, keluarga besar, teman-teman, bos, pendeta, jemaat dan orang-orang lain. Jika kita adalah anak, jadilah anak yang memberikan yang terbaik kepada orangtuanya ,  jika kita adalah istri, jadilah istri yang memberikan yang terbaik kepada keluarganya. Jika kita pelajar ataupun pekerja, berikanlah yang terbaik dari seluruh kemampuan kita. Marilah kita melayani dengan lebih sungguh..

 

Silta NS



Orang-orang seringnya tidak masuk akal, tidak logis dan memikirkan diri sendiri; 

tetaplah ampuni mereka


Jika kamu berbuat baik, orang-orang akan menuduhmu egois, punya motif lain; 

tetaplah berbuat baik


Jika kamu sukses, kamu akan mempunyai teman-teman palsu dan musuh-musuh sejati; tetaplah sukses


Jika kamu jujur dan terus terang, orang-orang mungkin akan menipumu; 

tetaplah jujur dan terus terang


Tahun-tahun yang kamu pakai untuk membangun, dapat dihancurkan seseorang dalam satu malam; 

tetaplah membangun


Jika kamu menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang-orang akan cemburu; 

tetaplah berbahagia


Kebaikan yang kamu lakukan hari ini, akan dilupakan oleh orang-orang keesokan hari ; tetaplah berbuat baik


Berikan pada dunia yang terbaik yang kamu miliki, mungkin itu tidak akan pernah cukup; 

tapi tetaplah memberikan pada dunia yang terbaik yang kamu miliki


Apakah kamu mengerti, pada analisa akhir, ini adalah ‘antara kamu dan Tuhan’. 

Hal ini tidak pernah menjadi ‘antara kamu dan mereka’


Mother Teresa