Advertising





Advertising





“Anda memiliki kuasa untuk mengucapkan kata-kata iman dan kemenangan ke dalam diri anggota keluarga anda, dan anda harus mengenali bobot kata-kata anda serta pengaruh anda terhadap orang-orang yang paling dekat dengan anda” – Victoria Osteen

“Kita melukis di atas kanvas hati orang dengan setiap kata yang kita ucapkan” – Victoria Osteen

“Satu hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengar apa yang tidak terkatakan” – Peter F.Drucker

Mengapa ‘apa yang saya ucapkan’ itu Penting?

 


“Jangan mengeluarkan kata-kata jahat, dan jangan suka akan tipu muslihat. Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik, usahakanlah perdamaian dengan sekuat tenaga” Mazmur 34:13-14 (BIS)

 

Apa yang dapat kamu gambarkan tentang cara bicaramu? Apakah kata-katamu positif, membangun, menenangkan, mendukung dan membantu? Atau apakah kata-kata yang keluar dari mulutmu kadang melukai, negatif dan menyakitkan?

 

Menurut Amsal 15:4, “Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai “.  Apakah yang dimaksud dengan lidah yang “lembut”? Lidah yang berbicara hal baik tentang semua orang di segala situasi. Lidah yang membangun orang (dirimu sendiri dan orang lain). Lidah yang berbicara lembut. Lidah yang baik. Lidah yang membangkitkan orang lain.

 

Mazmur 34:13-14 (BIS) mengatakan “Jangan mengeluarkan kata-kata jahat, dan jangan suka akan tipu muslihat. Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik, usahakanlah perdamaian dengan sekuat tenaga”

 

Alkitab menjelaskannya dalam Matius 12:36 (FAYH) bahwa kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan: “Aku beritahukan kepada kalian bahwa pada Hari Penghakiman nanti kalian harus mempertanggungjawabkan setiap kata sia-sia yang kalian ucapkan

 

Kita semua harus memberi perhatian yang lebih pada apa yang kita katakan sebelum kita mengatakannya.  “Kata-kata Alkitabiah” melibatkan Firman Allah dalam percakapan kita sehari-hari. Itu berarti kita membiarkan prinsip-prinsip dalam alkitab mempengaruhi kata-kata kita dan bagaimana kita menggunakannya. Ini berarti kita membangun orang, kita mengunakan kata-kata tantangan dalam cara yang penuh kasih, kita menggunakan kata-kata yang penuh anugerah.

 

Amsal 21:23 memberi nasihat yang baik — “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.” Keluhan, omelan atau gerutuan sering tidak menyelesaikan apapun.  Dan ikut-ikutan dalam pembicaraan seperti ini akan membuatmu merasa buruk.

 

Titus 3:2 mengajarkan kita “jangan memfitnah atau bertengkar dengan siapapun juga, melainkan supaya bersikap ramah. Hendaklah mereka selalu bersikap lemah lembut terhadap semua orang.”

 

Sesuai dengan Firman Allah, tingkah laku dan kata-kata kita harus mencerminkan pengabdian kita kepada Tuhan. Kita harus memperhatikan cara kita menampilkan diri! Kata-kata kita akan mempengaruhi hidup kita, hidup orang lain, dan hubungan kita dengan Tuhan. Berkomitmenlah dengan dirimu sendiri untuk mempelajari Firman Tuhan dan mengaplikasikannya  dalam kata-katamu.

 

Bacalah : Amsal 15:4; Mazmur 34:13-14; Matius 12:36; Amsal 21:23; Titus 3:2; Amsal 16:24; Mazmur 19:14

 

Oleh Dr. Henry Brandt

 

Diterjemahkan dari : http://thoughts-about-god.com/blog/2009/10/08/hb_i-say/