“Banyak orang tidak pernah mengurus uang mereka sampai mereka kehabisan uang, dan yang lainnya melakukan hal yang sama dengan waktu yang mereka punya” – Johann Wolfgang von Goethe

“Orang yang paling kaya adalah orang yang pemenuhan kepuasan hidupnya paling murah” – Henry David Thoreau

"Pembuatan Anggaran berarti mengakui tanggung jawab kita kepada Allah untuk mengelola sumber daya itu dengan bijaksana" - Myles Munroe


Menyusun Anggaran/Budget

Banyak orang yang sering mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak tahu bagaimana cara membuat budget/anggaran. Tidak peduli berapa banyak artikel yang mereka baca atau worksheet yang mereka download, tetap saja mereka tidak bisa membuatnya.

 

Jadi sekarang saya menjelaskan langkah demi langkah pembuatan budget. Gunakan tulisan ini dan worksheet nya, untuk membuat budget dan juga anggaran uang untuk pengeluaran hariannya.

 

Mari kita mulai

 

Di dalam worksheet budget, isilah jumlah-jumlah yang tertulis dibawah Pendapatan. Kamu harus mengisi pendapatan bersih dan pendapatan kotor (kecuali kalau pendapatannya sudah net dari kantor).

Berhati-hatilah, jika gaji kamu tidak tetap tiap bulannya (berubah-ubah) gunakan gajimu yang paling rendah yang pernah kamu dapat, sehingga kalau ada selisih nanti, sisanya bisa kamu gunakan untuk tabungan (atau untuk pembelian furnitur, jalan-jalan, dan lain-lain).

 

  1. Masukkan sumber-sumber penghasilan lain yang kamu punya. Kamu harus menulis jumlah yang didapat per bulan. Jikalau kamu mendapat penghasilan tambahan yang tidak teratur – misalnya bonus – jangan ditulis didalam pendapatan. Karena mungkin kamu bisa mendapatnya atau bisa juga tidak. Kalau kamu mendapatkan uang itu, kamu bisa gunakan untuk hal-hal lain, tapi kalau kamu tidak mendapatkannya pun, tidak akan bermasalah untuk anggaran kamu.

 

2.   Sekarang saatnya mengisi pengeluaran tetap (cicilan rumah, mobil, asuransi, telepon, air, listrik, internet, tv cable). Berdasarkan apa yang kamu bayar bulan lalu, isilah pengeluaran tetap. Jangan pusing kalau melihat angka nya telihat besar, isi sajalah sesuai dengan apa yang kamu bayar bulan lalu.

    3.   Jangan melewati kolom tabungan /simpanan. Yah kamu harus menabung, tidak usah berargumen soal ini. Bagilah gaji bulananmu dengan angka 100 dan kalikan 5. 5% dari gajimu harus ditabung. Sebetulnya lebih baik untuk menabung 10%, tapi kamu bisa mulai dengan 5% dulu. Di kolom ‘dana darurat’ tulislah sejumlah uang , misalnya rp.100.000,-/200.000,-

      4.   Sekarang isilah pembayaran hutang. Jumlahkan pembayaran hutang yang bisa dibayar per bulan, ini diluar cicilan rumah atau mobil.  (ini diisi jika kamu mempunyai hutang lain : hutang ke keluarga/teman, hutang kartu kredit, dll)

        5.   Sekarang lihat di kolom akhir budget – di kolom “pendapatan – pengeluaran”, apa yang tersisa disana? Itulah  uang yang bisa kamu gunakan untuk pemakaian ‘macam-macam’ tiap bulannya (makan, belanja, transportasi, dll). Yah benar, Cuma itu yang bisa kamu pakai. Teruskan dan masukkan jumlah uang dimasing-masing kategori. Jika ternyata kamu cuma punya uang sisa Rp.200.000,-  untuk keperluan macam-macam ini, dan kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan, kamu punya dua pilihan :

         

        1. Kamu bisa ulang kembali dan potong pengeluaran lain, seperti telepon, tv cable, internet,

         

        2.   Kamu harus mencari kerjaan tambahan, bekerja lebih keras, atau lebih pintar, supaya mendapat promosi. Dapatkan pekerjaan tambahan atau pekerjaan yang lebih baik.

         

        Itulah budget/anggaranmu..

         

        Dua hal lagi :

         

        1. 1. Worksheet ini akan secara otomatis menghitung berapa besar uang yang bisa kamu gunakan untuk kehidupan sehari-hari (belanja, transportasi, makan, dll). Kamu harus belajar menggunakan uang tunai, kartu kredit tidak boleh dipakai sama sekali.
        2. 2. Kamu juga bisa melihat langsung angka persentase terhitung langsung di worksheet ini. Aturan keuangan menyebutkan kamu hanya bisa menggunakan 35% dari pendapatan bersihmu untuk membayar ‘rumah’ (termasuk cicilan rumah, perbaikan, air/listrik/gas). Jika kamu menggunakan lebih dari 35%, kamu harus usahakan memotong biaya yang bisa kamu potong, atau mencari uang lebih banyak, atau memotong bagian lain (misalnya transportasi) supaya pada akhirnya budget kamu jadi balance / seimbang antara pendapatan dan pengeluaran.

        Semuanya itu adalah uangmu, kamu bisa melakukannya apapun dengan uangmu, tapi jangan pakai melebihi pendapatan yang kamu peroleh.

         

        Oke, sekarang kamu sudah punya anggaran/budget, kamu tidak punya alasan untuk tidak bisa bebas dari hutangmu. Hiduplah sehari-hari sesuai dengan kemampuanmu.

         

        Gail Vaz Oxlade

        Gail’s Guide to Building a Budget - www.gailvazoxlade.com