Ouch, Anak Saya Suka Menggigit

Advertising






Advertising






“Anak-anak membutuhkan kasih sayang, terutama saat mereka tidak layak mendapatkannya” – Harold Hulbert

 “Ibu adalah nama Tuhan di mulut dan hati anak-anak yang kecil” – William Thackeray

Ouch !  Hentikan Kebiasaan Anak Anda Menggigit

 

Angus adalah balita yang lembut – penuh kasih dan periang. Tapi dia punya kebiasaan buruk; Angus senang menggigit – dia tidak pernah menggigit keluarga atau teman-teman, tapi Angus akan menggigit anak-anak yang dia tidak kenal. “Saya tidak percaya bahwa itu bisa terjadi,” kata mamanya, “Rasanya malu sekali. Selama setahun saya berusaha menghindari pertemuan apapun kecuali dengan keluarga atau teman-teman dekat saya. Saya tidak lagi berkumpul untuk minum kopi bersama, pergi bermain ke taman atau tempat bermain bersama. Saya mengundurkan diri dari kegiatan-kegiatan tersebut.”

 

Ketika anak anda menggigit, hal ini jauh lebih buruk untuk dihadapi ketimbang anak yang mengambek di supermarket. Orangtua-orangtua lain jadi geger; korbannya menunjukkan bekas gigitan merah dan anda pasti akan berharap untuk bisa segera menghilang. Anak anda yang suka menggigit ini bisa membuat anda menjadi orang yang anti sosial. “Reaksi dari orang tua lain kadang suka berlebihan,” kata Mallory Henso, psikolog pendidikan. “Dan sangatlah susah untuk menjadi tenang.”

 

Banyak orang tua yang anak-anaknya suka menggigit, sering mengeluh karena perlakuan yang mereka terima – bahkan anak-anak mereka seringkali dipancing untuk menggigit. “Yang paling buruk adalah orangtua-orangtua lain sering komplain,” kata seorang ibu yang anaknya, berumur 7 tahun, menggigit teman sekelasnya. “Anak-anak yang lain juga punya masalah – mengamuk dan menganggu – tapi yang suka menggigit lah yang paling sering dipersalahkan”.

 

Tidak semua anak suka menggigit, tapi para ahli mengatakan ¼ dari seluruh anak-anak sering melakukannya di umur-umur tertentu – kebanyakan pada usia 2 dan 3 tahun. Saat berumur 4 tahun, biasanya anak-anak berhenti menggigit, tapi ada juga anak-anak yang terus menerus menggigit. Dan itu menjadi masalah yang serius – dan karena digigit sangat menyakitkan, bisa-bisa anak anda dikeluarkan dari tempat penitipan anak. Tapi ini juga tidak berarti kalau anak anda adalah monster – banyak anak yang suka menggigit sebenarnya anak yang lembut dan suka bergaul.

 

Mengapa mereka menggigit?

Mencoba mengerti kenapa anak-anak mengigit adalah kunci untuk mengatasi masalah ini. Tidak semua anak menggigit karena mereka marah atau memang ingin melukai anak lain – kenyataannya anak-anak yang masih kecil tidak menyadari artinya sakitnya digigit. “Anda harus menanyakan pada diri anda sendiri apa yang anak-anak peroleh ketika mereka menggigit,” kata Lyn Fry, psikolog pendidikan. “Pikirkan apa yang mereka dapatkan ketika melakukan itu – apakah mereka mendapatkan perhatian yang besar?”

 

Para ahli menasihati orang tua untuk mencoba dan melihat menggigit sebagai cara berkomunikasi anak-anak, dan bukannya kebiasaan buruk – dengan melakukannya, kita akan mempunyai banyak pilihan cara bereaksi.

 

Perhatikan siapa yang mereka gigit, kapan mereka menggigit dan dalam situasi apa. Reaksi yang dibuat berdasarkan situasi yang ada jauh lebih efektif daripada solusi “satu untuk semua masalah”.

 

Mengekspresikan emosi : walaupun kedengarannya aneh, anak-anak kecil sering menggigit untuk menunjukkan kasih sayang mereka. “Anak-anak balita punya perasaan yang kuat tapi tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya,” kata Dirk Flower, psikolog. “Menggigit adalah cara mereka mengekspresikan perasaan mereka. Ibu-ibu kadang tiak mengerti kenapa hanya mereka yang sering digigit.”

 

Bereksperimen : Balita sedang belajar bagaimana tubuh mereka bekerja – mereka memasukkan segala sesuatu dalam mulut mereka, dan kadang menggigitnya. Semuanya itu impulsif dan mereka tidak bermaksud untuk melukai. Kadang bayi senang menggigit seseorang ketika gigi mereka sedang tumbuh. Kadang balita menggigit saat mereka kegirangan.

 

Membela diri : Anak-anak kecil belajar untuk menggigit sebagai upaya membela diri, khususnya saat mereka belum bisa bicara. David adalah anak laki-laki yang emosional dan belum bisa bicara dengan lancar sampai ia berumur tiga tahun, ia sering menggigit anak lain saat dia merasa kesal atau merasa terancam. Kadang-kadang perubahan di rumah atau kekesalan bisa menyebabkan seorang anak menjadi penggigit. “Anak-anak ini sedang mencari zona yang nyaman untuk mereka,” kata Flower. “Ketika kamu menggigit dan korbanmu menjauh darimu – itu merupakan bela diri yang luar biasa untuk anak-anak”.

 

Mengontrol : Beberapa anak tahu bahwa menggigit adalah cara untuk menguasai anak-anak yang lebih tua – atau orang tua mereka – untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka sering melakukannya secara tidak sadar. Ini juga mungkin disebabkan karena mereka berada dalam grup anak-anak yang sedang bertarung memperebutkan siapa pemimpin diantara mereka. Kadang-kadang, anak yang termuda dalam keluarga menggigit untuk memperoleh kekuasaan. Dan bagi anak-anak yang sudah pernah melakukannya, menggigit adalah cara yang fantastis untuk mendapatkan perhatian – dan apakah itu buruk?

 

Frustasi atau terganggu : Anak anda menginginkan mainannya kembali. Atau mereka menginginkan biskuit atau perhatian orang dewasa, atau tidak bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Mereka mungkin belum mengerti artinya saling membagi atau bergantian. Atau jika ada hal-hal yang berubah di rumah atau anak-anak merasa stress. Anak anda mungkin aja tidak bermaksud untuk melukai, hanya saja mereka tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan diri mereka. 

 

Bagaimana cara untuk menghentikannya

Dalam segala keadaan, bertindaklah cepat dan tetaplah tenang. Jangan pernah – menggigit atau memukul balik – membalas sangat berbahaya. “Dengan begitu anda akan mengajarkan kepada mereka bahwa kekerasan dibalas dengan kekerasan,” kata Mallory Henson. Tapi juga jangan biarkan masalah itu – anak-anak harus tahu segera bahwa apa yang mereka lakukan salah.

 

Campur tangan : Bukalah matamu – perhatikanlah secara langsung, seberapa sering mereka menggigit dan penyebab mereka menggigit. Satu cara terbaik adalah bertindak sebelum anak anda memiliki kesempatan untuk menaruh gigi mereka ke bagian tubuh orang lain. “Orang tua seringnya lambat melakukan hal ini – tapi itulah cara yang terbaik,” kata Lyn Fry. “Jauhkan anak anda segera dari orang yang akan mereka gigit. Atau jangan tempatkan mereka dalam grup yang besar, jika biasanya mereka menggigit disana. Bayangkan sebelumnya apa yang anak anda akan lakukan.” Anak-anak biasanya mengeretakkan gigi mereka sebelum mereka menggigit – tanda yang tidak pernah salah. Bawa anak anda ke tempat yang lebih tenang untuk menenangkan mereka. Jika anak sedang tumbuh gigi, berikanlah mainan yang bisa digigit atau diisap oleh mereka.

 

Ajarkan bahwa perbuatan mereka itu salah : Ketika anak anda menggigit, gunakan kata-kata sederhana namun tegas, “itu menggigit namanya dan itu salah,” atau cukup katakan “tidak boleh”. Jika anda sedang berada dalam kelompok, pindahkan mereka dari grup. Jelaskan bahwa menggigit itu menyakiti orang lain dan mengapa anda tidak suka jika mereka melakukannya.  

 

Ajarkan mereka bagaimana cara mengekspresikan diri mereka :  Ketika situasi sudah lebih tenang, cobalah menolong anak anda menemukan cara yang lebih baik untuk mengekspresikan perasaan mereka. Ini sangat menolong bagi anak-anak yang menggigit hanya untuk menunjukkan perasaan sayang mereka, kata Flower. “Jika anak anda ingin mengekspresikan kasih sayang, ajarkan mereka untuk memeluk ketimbang menggigit, saat mereka merasakan perasaan yang kuat”. Jika anak anda menggigit sebagai upaya pembelaan diri, ajarkan pada mereka untuk bisa menunjukkan pada anak lain bahwa mereka tidak ingin didekati – buatlah tanda “stop” dengan menggunakan tangan – atau dorong dengan lembut pundak anak lain – yang tidak akan melukai anak lain tapi memberikan pesan yang jelas. Atau anda bisa mengajarkan mereka untuk mendatangi anda saat mereka merasa marah.  

 

Mengurangi keefektifan : Ketika anak anda menggigit untuk memperoleh perhatian, menyelesaikan masalah itu akan lebih sulit. Setelah pembicaraan pertama yang panjang lebar tentang hal itu, jangan mencoba untuk memberi penjelasan atau alasan dilain waktu. Berikan “tidak boleh” yang tegas. “Berdirilah antara anak anda dan korban, kemudian balikkan badan anda menghadap ke korban, “kata Flower. Berikan simpati kepada korban dan berikan pada anak anda pesan yang salah bahwa ini adalah cara yang salah untuk mendapatkan perhatian.

Jika metode yang anda gunakan adalah ‘time-out’, ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakannya. Jika gigitan itu disebabkan karena memperebutkan boneka atau mainan, ambillah mainan itu untuk sementara waktu. Jika seorang anak mencoba untuk mengontrol ibunya dengan menggigit, usahakanlah menaruh bagian dari tubuh anak anda untuk menghalangi gigitannya – misalnya tangan atau kaki mereka, sehingga akhirnya mereka berhenti melakukannya.

 

Pujilah mereka saat mereka berkelakuan baik : perhatikan saat anak anda berkelakuan baik – tidak menggigit saudara mereka, bermain bersama dalam grup, tidak menggigit untuk memperoleh apa yang mereka inginkan – ucapkanlah pujian yang melimpah-limpah. Dan katakan secara khusus – “anak baik” bukanlah pujian yang mendorong mereka, kata Fry. Cobalah katakan : “Kamu bermain dengan baik sekali” atau “Bukankah kamu anak yang baik dan lembut kepada adik kecilmu?”

 

Ketika tidak ada sesuatupun yang berhasil  

“Saya merasa tidak ada satupun nasihat yang diberikan orang-orang, benar-benar bisa mengatasi anak yang suka menggigit”, kata seorang Ibu dari anak yang suka menggigit. Ada beberapa alasan mengapa metode tersebut tidak bekerja – mungkin ada hal yang menghalangi pengajaran anak anda – misalnya kegelisahan. Beberapa anak belajar dengan kecepatan yang berbeda dan tidak bisa mengerti secara langsung – anda harus tekun mengajar mereka.

 

Berpegang pada rencana anda : Menjalankan rencana anda jauh lebih sulit daripada kedengarannya. “Kamu membutuhkan perhatian, energi, konsistensi dan dorongan, kata keluarga terapis David Spellman. “Metode-metode ini bukanlah ilmu pengetahuan, tapi butuh perencanaan dan ketekunan.” Pastikan seluruh keluarga anda dan penjaga anak anda berada dalam tujuan yang sama – anak-anak kecil sering merasa kesulitan menangkap pesan-pesan yang berbeda. Pastikan penjaga anak dan penitipan anak ikut dalam rencana tersebut.

 

Berikan perintah yang jelas dan positif : Anak-anak kecil tidak mengerti hal negatif, jadi hindari mengatakan “tidak”. Jangan meninggikan suara anda dan bicaralah dengan suara yang tegas. Jangan mengulang ngulang penjelasan : “gigitan pertama mungkin tidak disengaja, tapi anak akan segera menangkap jika mereka melakukannya, mereka akan mendapatkan banyak perhatian,” katay Fry. “Satu kesalahan terbesar adalah dengan memberi peringatan secara berulang-ulang. Jika mereka terus menerus menggigit, jangan terus menerus menjelaskan mengapa itu salah, cukup katakan “itu namanya menggigit dan itu salah”.

 

Kapan saatnya mencari pertolongan : Jangan terburu-buru mencari terapis; mintalah nasihat kepada teman-teman atau orangtua yang lain, guru, atau pengajar, yang juga akan menunjukkan anda arah yang benar jika anda membutuhkan pertolongan lebih lanjut.

 

Diterjemahkan dari Supernanny.co.uk http://www.supernanny.co.uk/Advice/-/Parenting-Skills/-/Discipline-and-Reward/Put-a-stop-to-biting.aspx