Kasih tidak menyimpan kesalahan Orang lain

Advertising






Advertising






"Mustahil bagi seseorang untuk memiliki kesehatan emosional yang baik apabila ia menyimpan kepahitan dan penolakan. Tidak mau mengampuni adalah racun bagi tubuh" - Joyce Meyer

"Kepahitan membunuh jiwa kita secara perlahan dan banyak orang percaya kalah dalam pertandingan ini. Marilah kita mengambil keputusan untuk mengampuni, apapun masalahnya" - Brian Johnson

“Dalam hidupmu akan ada orang-orang yang membuat mu marah, tidak menghormatimu dan memperlakukanmu dengan buruk. Biarkanlah Tuhan berurusan dengan apa yang mereka lakukan, karena kebencian dihatimu akan menghancurkanmu juga” - Will Smith

"Kalau anda sungguh-sungguh mengasihi orang lain dan mengampuni mereka, anda tidak akan mengingat-ingat kesalahan, dosa, dan kegagalan mereka di masa lalu. Anda tentu tidak akan mengingat-ingat bagaimana mereka dulu melukai perasaan, mengecewakan atau menyakiti anda" - Kennet E Hagin

"Hendaklah kasih itu jangan pura-pura ! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik" - Roma 12:9


"Inilah kunci dan rahasia untuk menerima berkat-berkat Allah yang terbaik dalam hidup kita - mengasihi musuh-musuh anda. Saya tahu dari pengalaman bahwa bila anda ingin hidup sehat, sembuh dan mendapatkan semua berkat rohani dari Allah, anda harus mengasihi musuh-musuh anda, berbuat baik kepada mereka, memberkati dan mendoakan mereka" - Kenneth E Hagin

Ibu saya takut sekali melihat anjing, jikalau ada anjing lewat di dekatnya dia selalu berusaha berjalan menjauhi si anjing. Pernah suatu waktu, adik saya membawa seekor anjing kecil yang baru berusia seminggu ke rumah. Ibu saya menjerit-jerit begitu melihatnya, dia melompat ke atas kursi ketakutan melihat anjing kecil itu di dalam rumah. Anjing kecil yang mendengar ibu saya berteriak-teriak mengusirnya itu, merasa ketakutan dan akhirnya menyalak-yalak. Bagi kami yang melihatnya, adegan itu terlalu lucu dan membuat kami tertawa terbahak-bahak. Kami tidak menyadari bahwa bagi ibu kami maupun anjing kecil itu, apa yang tengah terjadi membuat mereka merasa takut dan stress. Pernah saya menanyakan kenapa ibu saya begitu takut melihat anjing, beliau menjawab, bahwa sewaktu dia kecil, dia pernah dikejar-kejar dan digigit anjing. Sebelum kejadian itu, dia tidak pernah merasa takut melihat anjing, tapi karena kejadian itu, Ibu saya selalu ketakutan melihat anjing dalam ukuran tubuh apapun.

 

Pernahkah kamu melihat proses yang sama seperti ini terjadi dalam hubungan-hubungan kita. Saya ingat kisah tentang teman saya sewaktu kecil dulu. Teman saya ini mempunyai sahabat yang sangat baik. Mereka selalu berdua kemana-mana, pergi sekolah bersama, belajar dan bermain bersama. Suatu kali karena sahabatnya ini tidak mau meminjamkan sesuatu kepadanya, teman saya menjadi kecewa padanya dan mengatakan pada seluruh orang, bahwa sahabatnya itu pelit. Akibatnya teman saya bukan hanya tidak bisa meminjam dari sahabatnya, tapi ia juga kehilangan sahabatnya itu, mereka bermusuhan karena hal kecil itu, dan persahabatan yang indah rusak.

 

Sayangnya kisah masa kecil ini, sering saya lihat terjadi di tubuh-tubuh dewasa, bahkan mungkin yang usianya tua dan matang. Seseorang masuk ke dalam kehidupan mereka, dan mereka begitu mengasihi orang itu. Mereka begitu menikmati waktu bersama teman baru mereka, namun tak lama kemudian, teman baru itu melakukan sesuatu yang membuat mereka kecewa. Teman baru mereka itu mulai tidak memenuhi harapan-harapan mereka, akhirnya mereka mulai terpaku pada kesalahan atau kekurangan teman mereka dan akhirnya memutuskan untuk tidak lagi berteman dengan mereka.

 

Berapa banyak orang, yang karena seseorang tidak memenuhi harapan mereka, menjadi kecewa dan akhirnya terpaku pada hal-hal negatif orang itu? Tiba-tiba saja, secara ajaib, seseorang yang dulu begitu spesial dan istimewa, tiba-tiba punya kekurangan dan kesalahan yang begitu banyak, padahal sebelumnya kita tidak pernah memperhatikannya. Sama seperti ibu saya yang begitu terpaku dengan hal negatif yang pernah dilakukan seekor anjing, akhirnya memutuskan tidak mau sama sekali berhubungan dengan anjing. Padahal banyak orang yang begitu menyukai anjing dan menikmati hubungan yang menyenangkan, sekalipun mereka kadang mengalami kekecewaan dengan binatang piaraannya itu.

 

Entah apakah kamu sekarang memiliki orang tua, saudara, teman-teman, pasangan hidup, setiap orang yang kamu temui di dunia, suatu kali akan membuat kamu merasa kecewa. Sebenarnya hal itu sangatlah manusiawi, karena kita sendiripun juga melakukan banyak kesalahan yang membuat orang lain merasa kecewa. Tapi sayangnya, banyak orang yang karena dikecewakan satu kali, akhirnya mulai menyusun catatan mental tentang semua hal negatif yang dilakukan oleh orang yang mengecewakan kita. Mungkin masalah yang sama muncul berkali-kali dan saat itu terjadi lagi, kita secara otomatis mencatatnya dalam pikiran, “Ia mengulanginya lagi.” Berapa banyak pasangan suami istri, umumnya istri, yang bisa mengingat dengan baik kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan suaminya, tapi harus berpikir panjang ketika harus mengingat kebaikan-kebaikan suami mereka. Satu hal yang tidak pernah mereka sadari adalah apa yang mereka lakukan sendiri (bukan suami mereka) justru membuat kehidupan mereka menjadi frustasi dan tidak bahagia.

 

Firman Tuhan mengatakan, “Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain”. Itu berarti ‘kasih’ memilih untuk mengampuni, menerima dan melupakan kesalahan orang lain yang membuatnya kecewa. ‘Kasih’ memilih untuk mengingat kebaikan-kebaikan dan melupakan kesalahan.

 

Saya baru menikah satu tahun, tapi saya juga sudah pernah merasakan dikecewakan oleh suami saya. Ketika hal itu terjadi beberapa kali, saya benar-benar ingin ‘memberi pelajaran’ kepada suami saya, agar dia tidak melakukan hal seperti itu lagi. Beberapa waktu setelah itu, saya baru menyadari bahwa apa yang saya lakukan malah membuat hidup saya menjadi menderita dan kami berdua tidak bahagia. Saya berpikir, untuk apa saya menghukum suami saya dalam kemarahan dan sakit hati, kalau hal itu hanya membuat saya merasa menderita, padahal yang saya inginkan adalah pernikahan yang bahagia. Saya akhirnya mengumpulkan segenap keberanian dan kerelaan hati saya, untuk akhirnya memutuskan mengampuni dan melupakan kesalahan suami saya. Keuntungan buat saya : ‘saya merasa lega dan bahagia’.

 

Kita semua memiliki pilihan dalam bagaimana cara kita mengatasi kemarahan kita dan bagaimana kita bereaksi terhadap orang-orang yang telah menyakiti dan mengecewakan kita. Pilihan-pilihan yang kita buat akan menentukan apa yang terjadi dalam hidup kita selanjutnya. Kalau kita pikir dengan sadar, sebenarnya kekecewaan-kekecewaan yang terjadi di hidup kita hanya berlangsung sebentar saja dan hanya sementara. Kita bisa memilih apakah kita akan mengubah hubungan-hubungan yang dimaksudkan untuk seumur hidup hanya karena kekecewaan di satu masa itu saja, atau kita bisa memilih untuk melupakan kekecewaan di satu masa demi kelangsungan hubungan yang seumur hidup itu.

 

Kasih tidak bisa terjadi begitu saja, kasih muncul saat kita memilihnya. Pilihlah untuk mengasihi.

 

Silta.NS

BELAJARLAH DARI TUBUHMU

 

Setiap hari tubuh manusia memerlukan makanan dan air, tanpa air dan makanan manusia akan lemah dan akhirnya mati dalam jangka waktu tertentu. Sistem pencernaan tubuh manusia menerima makanan tersebut, mencernanya menjadi energi dan nutrient bagi anggota tubuh yang lain, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui dubur (Buang air besar). Secara spesifik, sistem pencernaan berfungsi untuk mengambil makanan, memecahnya menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut kedalam aliran darah, kemudian membersihkan tubuh dari sisa pencernaan, zat-zat tak berguna dan sisa.* Tubuh yang sehat akan membuang kotoran yang berasal dari sistem pencernaan dalam beberapa kali satu hari atau satu kali dalam beberapa hari. Jika tubuh tidak bisa membuang kotoran dari sistem pencernaan berarti ada sesuatu yang salah dalam tubuh alias tubuh tidak sehat dan tidak bekerja dengan baik

 

Tuhan menciptakan tubuh manusia dengan begitu sempurna, semua sistem bekerja dengan baik. Tubuh manusia mengajarkan bahwa semua kotoran harus dibuang. Seharusnya perasaan dan pikiran kita yang juga merupakan bagian dari manusia belajar dari tubuh. Setiap hal yang masuk kedalam perasaan dan pikiran kita setiap harinya harus dicerna, perasaan dan pikiran yang baik harus diserap, tapi perasaan dan pikiran yang kotor dan buruk seharusnya dibuang. Jika perasaan dan pikiran kotor/buruk disimpan, hasilnya akan sama seperti jika tubuh menyimpan kotoran dan sisa pencernaan makanan, tubuh menjadi ‘sakit’. Banyak orang yang mengalami penyakit di tubuhnya, awalnya dimulai dari kepahitan atau dendam yang disimpan, sama seperti kotoran/tinja, jika tidak bisa dikeluarkan dari tubuh akhirnya menjadi racun bagi tubuh kita sendiri.

 

Saya pernah dirawat di rumah sakit karena demam berdarah, begitu saya mulai kentut dan buang air besar, dokter berkata “Bagus, sudah mulai sehat sekarang”. Jika tubuh kita saja sehat ketika tubuh membuang segala yang buruk keluar, pikiran dan perasaan kita apalagi. Jika kita membuang pikiran dan perasaan yang buruk keluar, pikiran dan perasaan kita menjadi lebih sehat.

 

Belajarlah dari tubuh anda, seraplah yang baik dan buanglah yang buruk !!

 

Silta.Ns

 

*Sumber : Sistem Pencernaan – Wikipedia Bahasa Indonesia