Single Forever

“Satu dengan Tuhan adalah mayoritas” – Billy Graham

“Jika kamu tidak merasa bahagia saat single, kamu pun akan sulit bahagia ketika menikah. Kebahagiaan sejati datang dari dalam, bukan dari orang lain” – Unknown


“Single bukan berarti kamu selalu bersedia, kadangkala kamu harus memasang tanda ‘jangan diganggu’ di hatimu” – unknown

“Single atau ‘sedang dalam hubungan’ hanyalah judul. Hatimulah yang menentukan status hubunganmu yang sejati” – Unknown

Single Forever - by Jeffrey Rahmat

Kejadian 2 : 18 Tuhan Allah berfirman, tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia

Alone artinya all in one, sendiri, menyendiri, terisolasi, tidak ada teman. Alone atau sendirian itu tidak baik, tapi SINGLE itu baik. Single artinya tunggal, utuh, terpisah, unik, komplit. Tuhan tidak bilang it's not good to be single, but it's not good to be alone.

Tidak tercatat dalam alkitab bahwa Adam mencari sesuatu untuk membuat dirinya menjadi komplit. Adam tidak pernah mencari sesuatu untuk mengisi dirinya, Adam tidak pernah merasa kosong, dia tidak pernah berpikir bahwa dia butuh teman. Adam begitu sibuk dengan pekerjaannya : mengusahakan dan memelihara taman Eden, menamai semua binatang, sampai-sampai dia tidak merasa bahwa dia butuh teman. Tapi Tuhan yang menilai, Tuhan yang mempunyai inisiatif bahwa Adam butuh teman. Jika kita mengerti akan hal ini, maka kita akan tahu bahwa Tuhan tidak menciptakan Hawa untuk membuat Adam merasa komplit. Karena Adam sudah merasa komplit sebelum dia bertemu dengan Hawa. Wanita tidak diciptakan Tuhan untuk membuat laki-laki menjadi komplit.

Tuhan menciptakan Hawa sebagai penolong untuk Adam. Adam bisa melakukan sesuatu sendirian, tanpa penolong, tapi penolong akan memudahkan pekerjaan Adam. A man can be single but not alone and totally happy - seseorang bisa menjadi single tapi tidak sendirian dan benar-benar berbahagia. Kapan kita tahu bahwa kita siap untuk menerima pasangan dan menikah ? yaitu pada saat kita merasa tidak membutuhkan pasangan, karena pada saat itulah kita menjadi komplit.

Singleness adalah tahapan yang harus dicapai oleh setiap orang, apalagi yang mau menikah,. karena hanya orang yang single, utuh/unik/komplit yang siap masuk ke dalam arena pernikahan. Pernikahan yang ideal harusnya terjadi antara 2 single person, antara pria utuh dan wanita yang utuh. Tapi yang seringnya terjadi adalah pernikahan antara dua pribadi yang tidak utuh dan mencari keutuhan dari pribadi masing-masing. akhirnya dlm pernikahan yang terjadi tarik menarik.

 

Matius 22 : 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Dari ayat ini kita bisa mengerti bahwa supaya kita bisa mengasihi sesama kita : pacar, suami, menantu, keluarga, kita harus bisa mengasihi diri sendiri. Kalau kita tidak pernah bisa mengasihi diri kita sendiri, maka kita tidak akan pernah bisa mengasihi sesama kita. Mengasihi diri sendiri bukan berarti self centre, egois, tapi menjadi utuh, single, komplit. Orang yang tidak utuh tidak bisa memberikan apa-apa kepada pasangannya, karena tujuan dia mempunyai pasangan adalah untuk mengisi kekosongan dirinya. Dia hanya akan 'mengeringkan' pasangannya.

Bagaimana caranya menjadi utuh, komplit :

1. mengenal diri sendiri, tahu siapa diri kita, mengapa kita ada di bumi ini, mengerti tujuan hidup kita. 

2. menerima diri sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangan kita. Tidak ada seorangpun yang bisa memenuhi kebutuhan ego, jiwa dan spiritual kita, yang bisa melakukannya hanya Tuhan.

Lebih penting untuk menjadi single, komplit, utuh lebih dahulu, daripada menikah. Adalah lebih aman untuk tidak menikah lebih dahulu, yang penting single, utuh, komplit. As long as you're single, you can be happy and have many friends.

Kunci kebahagiaan sebenarnya adalah dengan menjadi utuh, mengenali siapa kita di dalam Tuhan, baik dalam keadaan menikah atau tidak menikah.