Istri... Suamimu ingin dihormati..

Advertising





Advertising





"Rasa kagum adalah seperti segelas air dingin bagi seorang pria yang sedang haus" - Nancy Cobb

"Memberi semangat pada suami yang sedang mengalami kesulitan, sama seperti memberi bayam pada Popeye"

"Kita dipanggil untuk tunduk kepada suami kita seperti kepada Kristus. Ini berati kita mendorong dan menghormati suami kita dan menghargai keputusan mereka" - Debra White Smith

"Saat anda melihat kesalahan suami anda, putuskan untuk memfokuskan diri pada sifat baiknya. Jika kesalahan itu harus ditegur, lakukan dengan penuh kasih dan rasa hormat" - Debra White Smith

Tena Brown penulis buku 101 ways to spoil your husband mengatakan, “Sebenarnya tidak sulit membuat suami bahagia. Kita dapat membuat seorang pria mengikuti kita sampai ke ujung dunia sekalipun asalkan kita mau mempraktekkan hal-hal sederhana

 

Salah satu hal sederhana tapi sangat amat dibutuhkan pria adalah “Istri yang tunduk pada Suami”.

 

Istri-istri… suamimu ingin dihormati !!....

 

Dalam kehidupan rumah tangga tidak berbicara tentang siapa yang lebih berkuasa siapa yang tidak. Siapa yang lebih berhak siapa yang tidak. Suami dan istri itu satu derajat baik dalam pikiran, hati nurani, kedudukan, hak-hak istimewa, kebebasan maupun kebahagiaan. Di hadapan Tuhan pernikahan terdapat suatu persamaan, dan didalam keluarga ada keseimbangan kekuasaan antara suami dan istri. Akan tetapi kalau tiba pada susunan pemerintahan yang bernama keluarga maka persamaan itu lenyap. Suamilah yang menjadi kepala keluarga, maka kewajiban para istri adalah, “hai istri, tunduklah pada suamimu.”

 

Kebutuhan yang paling besar bagi seorang suami adalah istri yang tunduk, patuh dan menghormati wewenang dan kepemimpinan suaminya. Sedangkan kebutuhan yang paling besar buat seorang istri adalah dicintai dan dikasihi suaminya. 

 

Dua kebutuhan yang berbeda dan kerap menjadi massalah, karena justru penghalang yang paling besar bagi suami adalah sukar untuk mengasihi istrinya yang tidak tunduk. Sebaliknya ketika istri tidak mendapatkan kasih dari suaminya maka sangat sukar bagi dirinya untuk tunduk kepada suami.

  

Apa yang membuat seorang suami berpaling dari istrinya? Ini pertanyaan kecil yang saya ajukan kepada para suami. Jawabannya beragam tapi bisa ditarik kesimpulan : saat istri tidak lagi menghormati dan menghargai kepemimpinannya dalam keluarga, saat harga dirinya direndahkan, suami bisa berpaling dari istrinya. Kalaupun dia masih bisa bertahan, bukan berarti dia kuat. Dia akan mencari pelarian. Bisa ke wanita lain, bisa ke hobi, atau pekerjaan.

 

Pengertian tunduk tidak boleh dikaburkan dengan menjadi budak. Seandainya ada seorang istri yang tahu atau sadar suaminya melakukan kesalahan dan bersikap tidak bijaksana, sebagai istri anda harus memberitahukan kepadanya dengan penuh hormat, terus terang dan sejujurnya. Tanpa tarik urat apalagi dengan mengucapkan kata-kata yang merendahkan suami. Penilaian hikmat dan pendapat istri yang benar merupakan salah satu perisai bagi suaminya. Dan suami yang bertanggung jawab harus bisa menerima nasihat bijak dari istrinya.

 

Hal tunduk bukan semata-mata tindakan lahiriah saja, melainkan merupakan sikap hati. Istri bisa berpendapat tegas, bahkan terang-terangan tapi tetap tunduk kepada wewenang suami. Hatinya tetap menghormati suami dan benar-benar merelakan dan mengizinkan suami mengambil keputusan yang terakhir. Ini tidak membuat istri kehilangan kepribadian, sebaliknya ia sudah menyediakan lingkungan yang terbaik untuk dirinya, kepribadiannya berkembang pesat dan menjadikan dirinya wanita yang berguna.

 

A Journey of Two Becoming One – Timotius Adi Tan & Wenny kristianty