Sukses Meniti Karir

"Ngomong itu mudah, makanya orang yang lemah kehidupannya memilih hanya bicara. Sudahlah, kalau hidup belum baik - kurangi bicara, lebihkan bekerja" - Mario Teguh

"Sukses itu selalu berhubungan dengan tindakan. Orang-orang yang sukses selalu bergerak maju. Mereka membuat kesalahan, tapi mereka tidak pernah menyerah" - J.Willard Marriott


“Sekalipun banyak hal terjadi, saya akan bangkit kembali: saya akan mengambil pensil saya, yang saya abaikan pada saat kemalangan saya, dan saya akan melanjutkan kembali gambar saya” – Vincent van Gogh


“Setiap orang adalah jenius. Tapi jika menghakimi seekor ikan dari kemampuannya memanjat pohon, maka dalam seluruh hidupnya, ikan itu akan percaya bahwa dia bodoh”- Albert Einstein


Hidup akan mengerut atau mengembang tergantung pada ukuran keberanian seseorang” - Anaïs Nin

Bekerja dengan Cinta

 

I love Monday, benarkah? Tidak banyak orang yang bisa bilang begitu, kebanyakan orang mengeluh ketika hari minggu malam tiba. “Aduh, besok kerja lagi nih,” begitu biasanya orang berkomentar. Rata-rata kebanyakan orang mengeluhkan lama dan macetnya perjalanan mencapai tempat bekerja, terutama di ibukota Jakarta. Ibu saya harus menempuh perjalanan 1 – 1,5 jam menuju tempat kerjanya kalau macet, kalau tidak macet (jarang sekali terjadi) hanya 30 menit saja. Banyak orang yang harus merasa kelelahan hanya karena perjalanan pergi/pulang kantor. Kemacetan jalan itulah yang kebanyakan dikeluhkan oleh para pekerja ibukota.

 

Kalau pekerja lain, mengeluh tentang pekerjaan yang dilakukannya, ada yang karena sulitnya mencari pekerjaan, pekerjaan apa saja yang ada didepan mata, diambil. Ada yang teman-teman kantornya kurang kerjaan, sehingga menggosip panjang lebar. Ada yang dapat bos galak dan lelah karena tekanan batin diomelin terus tiap hari oleh bos nya. Sebaliknya ada pula yang begitu menikmati tempat bekerjanya, sampai bekerja bertahun-tahun disana.

 

Sekarang pertanyaannya saya balik, menurut kamu, apa pandangan boss mu terhadapmu? Apa kamu seorang pekerja yang baik, yang membawa kesuksesan untuk boss mu, tempat di mana kamu bekerja? Atau kamu cuma pegawai yang menghabiskan waktu bermain internet, dan berdalih “yang penting kerjaan beres bos,”? padahal yang dimaksud ‘beres’ itu kalau dinilai seperti PR waktu sekolah dulu, cuma bisa dapat poin 6, alias pas-pas an.

 

Kadang-kadang, terlalu banyak orang mengeluh tentang pekerjaan yang mereka sedang lakukan, karena mereka melihat kelemahan atau kesalahan bos atau teman-teman mereka, tanpa pernah melihat ke diri mereka sendiri. Boss (pemilik perusahaan), dimana-mana, selalu menyukai/memberikan apresiasi kepada bawahan yang melakukan pekerjaan terbaik dan membawa kesuksesan bagi perusahaan miliknya. Tidak pernah saya mendengar boss yang marah-marah pada pegawai yang kerjanya sangat bagus. Kebanyakan pemimpin perusahaan galak atau bersikap disiplin pada bawahannya untuk memacu  pegawai mereka bekerja lebih giat. Itu sebenarnya maksud mereka. Cuma sayangnya, tidak semua orang/pegawai bisa lebih giat bekerja jika dipacu dengan cara seperti itu, tergantung pada kepribadian orang tersebut. Ada yang kalau terlalu dikasari, malah makin jelek hasil kerjanya.

 

Terus apa yang harus kamu lakukan dong, kalau boss tempat kamu bekerja sangat galak, sedangkan kamu tidak suka dikasari? Jika kamu bisa, carilah pekerjaan di tempat lain, yang suasana bekerja nya lebih menyenangkan.  Tapi jika kamu tidak bisa pindah kerja, mungkin kamu bisa meniru apa yang dilakukan oleh teman saya yang pernah punya pengalaman seperti itu. Yang ia lakukan adalah mendoakan bossnya tiap pagi, sebelum boss nya datang dan pekerjaan dimulai. Teman saya punya akses ke meja kerja boss nya (ia bekerja sebagai sekretaris), tiap pagi ia menumpangkan tangan ke meja kerja bossnya, mendoakan yang terbaik untuk boss nya dan dirinya dalam pekerjaan. Hasilnya, luar biasa, doa orang beriman besar kuasanya. Sebelumnya bossnya sangat galak terhadapnya, setelah didoakan terus menerus, boss nya jauh lebih baik ketika berhadapan dengannya. “Dia sih tetap galak sama pegawai yang lain, tapi sama aku, dia sekarang berubah lebih baik”, kata teman saya itu.

 

Kebanyakan para pekerja wanita melakukan pendekatan pertemanan pada teman-teman di kantor untuk mendapatkan ‘teman dekat/dukungan’, supaya mereka menjadi lebih nyaman di kantor. Perhatikanlah dirimu sendiri dan teman-teman sekerjamu, si A biasanya dekat sama si B, selalu jalan berdua, makan siang bareng, dll. Akhirnya sering ada geng-geng an, kelompok kecil, di kantor yang didominasi oleh pekerja wanita. Berbeda sekali dengan pekerja pria. Pria tidak butuh teman geng untuk membuat mereka lebih nyaman bekerja. Mereka bisa bergaul dengan siapa saja mereka mau bergaul, dan mereka tidak butuh teman dekat/geng untuk curhat. Oleh karena itulah di kantor yang kebanyakan wanita, gossip bisa berkembang biak dengan buasnya, yang menyebabkan banyak pertengkaran, atau perselisihan paham. Hal yang jarang terjadi, jika kantor lebih didominasi oleh pria. Saya pernah bekerja di kantor yang hampir 97% pekerjanya adalah wanita. Aih, aih, gossip dimana-mana, ‘perang dingin’ dimana-mana, bagaimana bisa bekerja dengan nyaman?  Menurut pengalaman saya pribadi, cara terbaik untuk menghadapi teman-teman di kantor seperti ini, adalah dengan tutup kuping. Jika ada orang yang ingin menceritakan gossip tentang orang lain atau bahkan gosip orang lain yang membicarakan saya, saya memilih untuk tidak mau tahu dan tidak mau dengar. Karena ketika mendengar omongan orang lain tentang kita, mau tidak mau, kuping jadi panas dan hati membara, oleh karena itu, saya memilih untuk tidak mau mendengarkan gosip-gosip tentang saya. “Anjing mengonggong, kafilah berlalu,” begitu pikir saya. Yang penting saya melakukan pekerjaan saya dengan baik, terutama di pandangan boss saya.  Dan saya sukes menjalani 4 tahun lebih bekerja disana, sebelum akhirnya keluar karena akan menikah.

 

Steve  Job pernah mengatakan “Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan yang hebat adalah dengan mencintai apa yang kau kerjakan” . Dan Steve Job membuktikannya dengan produk-produk Apple yang begitu terkenal diseluruh dunia.

 

Bagaimana dengan kamu? Di luar dari boss atau teman-teman kerja kamu yang kurang menyenangkan, apakah kamu mencintai apa yang kamu kerjakan? Mungkin posisi kamu tidaklah hebat jika dibandingkan dengan posisi teman kamu yang lain, yang mempunyai bawahan untuk dipimpin. Sekecil-kecilnya posisi mu, posisimu itu sangat penting untuk perusahaan tempatmu bekerja. Karena jika tidak penting, mereka tentunya tidak mau memperkerjakan kamu dan memberimu gaji.  Jika kamu sekretaris, belajarlah mencintai apa yang kamu kerjakan, seperti mengetik surat, menyimpan file atau menerima telepon. Ketiklah surat dengan benar dan cepat, simpanlah file dengan teratur, angkatlah telepon dengan senyuman, walaupun yang menelpon tidak melihatnya, tapi mereka akan merasakannya. Jika senyum dan keramahanmu memberikan damai bagi yang berhubungan denganmu, bukankah kamu sudah menjadi anak Bapamu di surga. Berbahagialah orang yang membawa damai di antara manusia; Allah akan mengaku mereka sebagai anak-anak-Nya (Matius 5:9 BIS).

 

Jika kamu harus melakukan pekerjaan yang bukan bagian dari tugasmu bagaimana? Menurut saya, berbahagialah, itu berarti kamu bisa berlatih untuk mengerjakan hal-hal baru. Dulu saya pernah mengerjakan pekerjaan HRD, walaupun posisi saya adalah sales/merchandiser. Daripada mengeluh, saya menganggap bahwa ini adalah kesempatan bagus buat saya banyak belajar, saya membaca buku-buku mengenai tugas baru ini, dan saya berusaha melakukannya sebaik mungkin. Mungkin kamu tidak percaya, tapi apa yang kamu lakukan dalam pekerjaanmu tidak pernah sia-sia dan justru akan melatih kemampuanmu dengan kapasitas yang lebih besar. Sewaktu sekolah dulu saya begitu pendiam, tapi karena pekerjaan saya memaksa saya untuk berbicara dengan banyak orang, saya terlatih untuk berbicara di hadapan banyak orang. Makanya teman sekolah saya dulu pernah berkata bahwa saya sangat berbeda dengan yang dulu ia kenal, tentunya dalam arti yang positif. Jangan pernah takut mendapat tantangan baru atau hal-hal baru dalam pekerjaan, jika kamu merasa pengetahuan kamu kurang, bacalah buku-buku yang akan membantumu tahu lebih banyak soal pekerjaan itu, ataupun berdiskusilah lebih banyak dengan orang-orang yang sudah lebih lama berkecimpung disitu. Dengan begitu, tanpa disadari, kamu akan mengembangkan kemampuan kamu sendiri dan itu akan membuka pintu pekerjaan yang lebih lebar untukmu.

 

Jikalau kamu sendiri sama sekali tidak menyukai apapun yang sekarang sedang kamu kerjakan, cobalah buka mata untuk pekerjaan di bidang yang lain yang membuatmu tertarik, entah di tempat yang sama atau tempat lain. Mungkin memang kelebihanmu bukan dibidang yang sedang kamu kerjakan itu. Karena jika kamu tidak mencintai pekerjaamu, maka akan sangat sulit untukmu melakukan pekerjaan yang hebat dalam bidang itu. Hanya saja kamu harus berhati-hati, jika posisimu sebagai pencari uang utama dalam keluarga, jangan pernah keluar kerja tanpa mendapatkan pekerjaan yang baru, hanya karena kamu tidak menyukai pekerjaan mu sekarang. Karena itu nanti akan menyeretmu atau keluargamu sendiri dalam kesusahan yang tidak perlu. Kadang kala juga, pekerjaan yang kita tidak suka, bisa kita sukai, jika kita mengubah pandangan kita terhadap pekerjaan itu. Teman saya bekerja sebagai data entry alias memasukkan data-data ke dalam komputer, kedengarannya saja membosankan.  Teman saya sendiri ini juga merasa bosan, sampai suatu ketika dia melakukan kesalahan pengisian data. Yang berakibat data di komputer berbeda dengan lapangan, dan membuat kericuhan di lapangan maupun atasannya yang membuat keputusan berdasarkan data tersebut. Dari kejadian situ, dia baru sadar, bahwa posisinya itu sangat penting, dia tidak boleh salah melakukan pekerjaannya dan akhirnya dia belajar mencintai pekerjaannya.

 

Martin Luther King Jr. pernah berkata, “Jika seseorang mempunyai tugas sebagai penyapu jalan, hendaklah ia meyapu jalan sebaik Michaelangelo melukis atau Beethoven menciptakan musik atau Shakespeare menulis puisi. Dia harus menyapu jalan dengan begitu baiknya sehingga membuat seluruh penghuni surga dan bumi berhenti, memperhatikan, dan berkata, “Disini hidup seorang penyapu jalan yang begitu hebat, dan melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.”

 

Apapun pekerjaanmu dan apapun yang dilakukan oleh tanganmu, lakukanlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.  

 

Silta NS